Maria Elisa Hospita
28 Agustus 2019•Update: 29 Agustus 2019
Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Turki memperingati kematian atase militernya di Kanada yang dibunuh oleh kelompok teror Armenia pada 1982.
"Kami mengenang kepergian martir kami, Atase Militer Kedutaan Besar Turki di Ottawa Kolonel Atilla Altikat yang dibunuh oleh organisasi teroris JCAG pada 27 Agustus 1982," kata Kementerian Luar Negeri Turki via Twitter pada Selasa.
Di hari naas itu, Altikat ditembak saat menghentikan mobilnya di lampu merah di Ottawa.
Insiden itu adalah salah satu dari banyak pembunuhan diplomat Turki dan anggota keluarga mereka di seluruh dunia oleh kelompok teror asal Armenia, ASALA dan JCAG.
Serangan teroris Armenia terhadap diplomat dan warga sipil Turki meningkat sepanjang tahun 1980-1983, dari 580 bertambah jadi 699 serangan. Serangan teror baru berakhir sekitar tahun 1986.
Sementara kelompok-kelompok teror Armenia melancarkan aksi pembunuhan, sejumlah anggota diaspora Armenia menggugat pemerintahan Turki di pengadilan Amerika Serikat untuk mendapatkan kompensasi dari peristiwa 1915.
Namun, Pengadilan Banding AS menolak dua gugatan karena masa kedaluwarsa.
Dua kasus lainnya juga ditolak oleh pengadilan karena dianggap sebagai "masalah politik yang tidak dapat diadili".
Sikap Turki mengenai peristiwa 1915 adalah bahwa kematian orang-orang Armenia di Anatolia timur terjadi ketika beberapa pihak berpihak pada invasi Rusia dan kemudian memberontak melawan pasukan Ottoman. Relokasi warga Armenia kemudian menyebabkan banyak korban berjatuhan.
Turki menolak penyebutan insiden itu sebagai "genosida", tetapi menggambarkan peristiwa 1915 sebagai tragedi di mana kedua pihak kehilangan banyak korban jiwa.
Ankara telah berulang kali mengusulkan pembentukan komisi gabungan para sejarawan dari Turki dan Armenia untuk menyelesaikan perdebatan ini, tetapi ditolak oleh AS.