Sarp Ozer
01 November 2022•Update: 03 November 2022
ANKARA
Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar dalam percakapan telepon terpisah pada Selasa menekankan pentingnya menerapkan kesepakatan gandum dengan para menteri Ukraina, setelah Rusia menarik diri dari kesepakatan biji-bijian di Laut Hitam.
Menurut Kementerian Pertahanan Turki, Akar membahas situasi terbaru tentang pengiriman biji-bijian dengan Menhan Ukraina Oleksii Reznikov dan Menteri Infrastruktur Oleksandr Kubrakov.
Akar mengatakan kesepakatan ekspor biji-bijian telah memberikan kontribusi besar terhadap pengurangan krisis pangan global karena hampir 10 juta ton biji-bijian telah dikirim ke negara yang membutuhkan dan kesepakatan itu membuktikan "kerja sama dan dialog" dapat memecahkan masalah.
Koridor biji-bijian di Laut Hitam, kata dia, jauh lebih cepat dan lebih nyaman untuk transportasi laut daripada jalur darat.
“Inisiatif pengiriman gandum yang murni aktivitas manusia, harus dipisahkan dari konflik,” tekan dia.
Turki akan terus melakukan perannya dalam memastikan perdamaian di kawasan dan bantuan kemanusiaan di semua tingkatan, seperti yang telah dilakukan sejauh ini, tambah Akar.
Pembicaraan via telepon itu terjadi beberapa hari setelah penangguhan Rusia dalam kesepakatan biji-bijian Laut Hitam.
Turki, PBB, Rusia, dan Ukraina menandatangani perjanjian pada 22 Juli di Istanbul untuk melanjutkan ekspor gandum dari tiga pelabuhan Ukraina di Laut Hitam yang dihentikan sementara setelah perang Rusia-Ukraina dimulai pada Februari.