Maria Elisa Hospita
27 Mei 2019•Update: 28 Mei 2019
Yesim Sert Karaaslan
ANKARA
Turki dan Kuba sepakat membentuk kelompok studi untuk memproduksi obat-obatan dan vaksin, termasuk vaksin untuk kanker.
Pekan lalu, Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca menemui rekan sejawatnya dari Kuba Angel Portal Miranda di sebuah konferensi kesehatan internasional di Jenewa untuk membahas hal ini.
Lewat sebuah pernyataan, Kementerian Kesehatan Turki mengatakan delegasi senior Kuba akan segera berkunjung ke Turki untuk menemui langsung otoritas kesehatan Turki.
Selain itu, protokol terpisah tentang kerja sama kesehatan ditandatangani oleh Turki dengan Indonesia dan Kirgistan bersamaan dengan perjanjian kerja sama 2014.
Pernyataan itu menekankan bahwa kementerian mempercepat kerja sama bilateral internasional sejalan dengan target lokalisasi dan nasionalisasi.
Menurut Koca, 80 dari setiap 100 paket obat yang dibeli di Turki diproduksi di dalam negeri, sehingga negaranya berniat melokalisasi semua produksi vaksin pada 2023.
*Ditulis oleh Beyza Binnur Donmez