Diyar Guldogan
15 Januari 2018•Update: 16 Januari 2018
Diyar Guldogan
ANKARA
Turki akan terus memerangi terorisme di wilayah perbatasan selatan dengan operasi Afrin, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan, Minggu.
"Dalam beberapa hari mendatang, kami akan melanjutkan operasi Afrin untuk mengusir teroris dari perbatasan selatan," kata Erdogan dalam pidatonya di pertemuan kongres provinsi Partai Keadilan dan Pembangunan (AK), di provinsi Anatolian Tokat.
Menyusul keberhasilan Operasi Perisai Eufrat yang berakhir pada Maret lalu, operasi Afrin akan segera dilaksanakan.
Erdogan juga mengharapkan dukungan dari sekutu dalam upaya Turki melawan terorisme.
"Kami berharap bahwa sekutu kami akan bertindak sesuai dengan semangat yang terjalin dari hubungan kami yang telah mengakar kuat selama proses ini, dan tidak membuat kesalahan selama Operasi Afrin, seperti "berpihak" pada organisasi teroris," ujar Erdogan.
Terlepas dari hal lainnya, Erdogan berharap bahwa Turki dapat bekerja sama dengan Amerika Serikat, karena kedua negara memiliki "kepentingan bersama" di wilayah tersebut.
Erdogan menambahkan bahwa Turki akan terus berjuang melawan terorisme, di dalam maupun luar negeri.
Sabtu lalu, pasukan keamanan Turki menyerang beberapa target PKK/PYD di distrik Afrin, provinsi Aleppo, Suriah, untuk mencegah terbentuknya "koridor teror" di sepanjang perbatasan Turki.
Selama operasi tersebut, tentara Turki menembakkan setidaknya 40 kali di lima distrik Afrin, termasuk Bosoufane, Jindires dan Rajo. Unit artileri berhasil memukul mundur pasukan PKK/PYD dari provinsi Hatay.
PKK/PYD adalah cabang PKK di Suriah, yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa.
Sejak PKK meluncurkan kampanye terornya pada 1984, diperkirakan 40.000 orang tewas.