Faruk Zorlu
29 Juni 2021•Update: 29 Juni 2021
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Senin mengecam penggunaan satu kelompok teror untuk memerangi kelompok teroris lain, mengacu pada kelompok teroris YPG/PKK di Suriah utara, dekat perbatasan Turki.
"Kami memerhatikan kesalahan menggunakan organisasi teroris lain dalam perang melawan organisasi teroris dan kami menyoroti aksi teroris YPG/PKK di kawasan itu," kata Cavusoglu di Twitter selama pertemuan tingkat menteri luar negeri di Roma dari Koalisi Global untuk Melawan Daesh/ISIS.
Ankara sering mengkritik sekutu NATO-nya, AS, karena mendukung kelompok teroris YPG/PKK untuk memerangi Daesh/ISIS, menyebut dukungan AS tersebut tidak bermoral dan juga tidak masuk akal.
Turki juga telah berupaya untuk memblokir upaya YPG/PKK untuk membentuk "koridor teroris" di dekat perbatasan selatannya.
Dalam lebih dari 35 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa – bertanggung jawab atas kematian sedikitnya 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah.
Cavusoglu menambahkan bahwa pada pertemuan tersebut sekutu NATO "mempunyai pandangan yang sama tentang perjuangan yang efektif melawan Daesh/ISIS."
Diselenggarakan oleh Italia, pertemuan Koalisi Global anti-Daesh/ISIS, yang dihadiri lebih dari setengah dari 83 anggota koalisi di tingkat menteri, juga diketuai oleh AS.
Menghadiri pertemuan menteri lain terkait tetangga Suriah, Cavusoglu menyebut situasi saat ini di sana tidak berkelanjutan, menekankan bahwa upaya untuk solusi politik di negara itu perlu dihidupkan kembali.
Bersama Cavusoglu dan Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio, para peserta pertemuan di Roma di antaranya termasuk Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.
Pertemuan tersebut, pertemuan tatap muka pertama koalisi tersebut sejak pecahnya pandemi Covid-19, bertujuan untuk mengkonfirmasi bahwa para anggotanya berada di koridor yang sama dalam kekalahan mutlak Daesh/ISIS, serta komitmen mereka untuk menstabilkan situasi, membebaskan wilayah Suriah dan Irak dan mengkonsolidasikan kerja sama.
Pertemuan tersebut, dilakukan atas permintaan Italia, juga akan membahas ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok teroris yang berafiliasi dengan Daesh/ISIS di Sahel selatan Gurun Sahara dan berbagai wilayah lain di Afrika.