Muhammad Abdullah Azzam
07 Oktober 2020•Update: 08 Oktober 2020
Handan Kazanci
ISTANBUL
Turki menyambut baik pembentukan pemerintahan transisi di Mali, kata Kementerian Luar Negeri Turki pada Selasa.
"Turki mengikuti dengan cermat perkembangan di Mali," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengkonfirmasi hal ini dengan kunjungannya ke negara itu pada September.
“Pemerintah transisi telah dibentuk dengan keputusan yang ditandatangani pada 5 Oktober oleh presiden periode transisi Mali, Bah N'Daw,” sebut pernyataan itu.
“Kami berharap dengan pembentukan pemerintahan setelah penunjukan Kepala Negara dan perdana menteri sipil untuk mengatur proses transisi, langkah-langkah yang diperlukan akan segera diambil untuk memulihkan tatanan konstitusional dan mengatasi tantangan yang sangat sulit yang dihadapi negara itu,” tambah pernyataan itu.
Kemlu Turki juga menyambut baik upaya PBB, Komunitas Ekonomi Negara Afrika Barat (ECOWAS) dan Uni Afrika untuk menggerakkan proses di Mali dengan cara yang positif.
Turki akan terus mendukung Mali, tambah pernyataan itu.
Pada Senin malam, Perdana Menteri Mali Moctar Ouane mengumumkan kabinet beranggotakan 25 orang seperti yang dijanjikan setelah pencalonannya bulan lalu, menurut Kantor Radio dan Televisi Mali (ORTM).
Pada September, junta militer Mali mengumumkan bahwa mantan Kolonel-Mayor Bah N'Daw ditunjuk untuk memimpin negara Afrika Barat tersebut.
Penunjukan itu dilakukan enam hari setelah negara-negara Afrika Barat lainnya mengeluarkan ultimatum satu minggu untuk pemerintahan sipil kepada Dewan Nasional untuk Keselamatan Rakyat (CNSP), sebuah kelompok politik-militer di bawah junta militer yang saat ini memimpin negara tersebut.