Meryem Goktas dan Faruk Zorlu
ANKARA
Turki ingin mengetahui keberadaan jasad jurnalis Saudi yang tewas dibunuh, Jamal Khashoggi, kata partai penguasa di negara itu pada Rabu.
Khashoggi menghilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Setelah mulanya mengatakan Khashoggi telah meninggalkan konsulat dalam keadaan hidup, pemerintah Saudi belakangan mengakui dia tewas di sana.
"Kami ingin tahu di mana jasadnya [Khashoggi], kami ingin otoritas kami menerima informasi siapa yang disebut kolaborator lokal," kata Juru Bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) Omer Celik, dalam konferensi pers di Ankara.
Berbicara soal proses penyelidikan kasus pembunuhan Khashoggi, Celik berkata "kejahatan ini tidak mungkin dilakukan tanpa instruksi dari level lebih tinggi".
"Turki tidak menyalahkan siapapun, tapi tidak akan mengizinkan bila ada yang ditutup-tutupi," imbuh dia.
Investigasi dari insiden ini menunjukkan adanya kelompok pembunuh yang datang ke konsulat untuk membunuh Khashoggi dan menutup-nutupinya.
Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menekankan bahwa semua detail dalam kasus ini harus diungkap, termasuk siapa yang memberikan perintan untuk "pembunuhan berencana" ini.
Presiden AS Donald Trump berkata dia harus menjatuhkan sanksi kepada Arab Saudi, namun juga menyiratkan tak ingin membahayakan hubungan bilateral.
Menelepon Erdogan, Raja Saudi Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Pangeran Mohammad bin Salman menjanjikan kerja sama yang diperlukan.
Kantor jaksa penuntut umum di Riyadh juga mengumumkan pembunuhan ini direncanakan.
Aktivitas pengeboran Turki
Celik berkata pasukan Turki melindungi kapal pengebor "Fatih" di Laut Tengah dan meminta pemerintah Yunani dan Siprus Yunani untuk tak menolaknya.
Menyebut bahwa eksplorasi gas alam Turki di Laut Tengah Timur dilaksanakan dengan dasar-dasar legal, dia menambahkan, "Blok 7 berada di dalam rak kontinental Turki."
Blok 7 adalah salah satu blok yang terletak di zona ekonomi yang secara sepihak diakui oleh Pemerintah Siprus Yunani dan mereka ingin mengundang perusahaan energi asing untuk melakukan eksplorasi gas alam.
Celik berkata usaha apapun yang dilakukan Yunani untuk perlahan-lahan memperluas wilayah perairannya akan direspons "keras" oleh Turki.
Siprus telah terbagi sejak 1974, ketika kudeta Siprus Yunani diikuti dengan kekerasan kepada warta Turks di pulau tersebut, dan intervensi Ankara sebagai kekuatan penjamin.
Dalam beberapa tahun ini, proses perdamaian terus putus-sambung, termasuk adanya inisiatif dari Swiss di bawah negara-negara penjamin Turki, Yunani dan Inggris yang gagal pada 2017.
Turki menyalahkan kekeraskepalaan Siprus Yunani atas kegagalan dialog ini, juga menyalahkan Uni Eropa karena mengakui Siprus sebagai pulau yang terpisah pada 2004 setelah Siprus Yunani menolak kesepakatan damai melalui pemungutan suara.
news_share_descriptionsubscription_contact
