Muhammad Abdullah Azzam
20 Oktober 2020•Update: 20 Oktober 2020
Zeynep Cetinkaya, Erhan Cihan Unal, Fatma Eda Topcu
ANKARA
Turki memperkirakan akan melihat peningkatan signifikan dalam ekspor otomotif dalam beberapa bulan mendatang setelah menurun akibat virus korona, kata Menteri Perdagangan Ruhsar Pekcan pada Senin.
Berbicara pada pertemuan virtual tentang perdagangan dengan Jerman, Pekcan mengatakan negaranya memiliki target untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam rantai pasokan global di periode mendatang.
Dia mengatakan Jerman akan terus menjadi salah satu pasar paling strategis di Turki.
Pekcan mengatakan ekspor Turki ke Jerman naik 10,6 persen tahun ke tahun di bulan September, melambung dari penurunan 8,6 persen dalam sembilan bulan pertama tahun ini karena pandemi.
Dia menekankan bahwa impor otomotif Turki dari Jerman melonjak 115 persen menjadi USD1,5 miliar pada Januari-September.
“Saya berharap eksportir kita bisa mencapai angka serupa,” kata Pekcan.
Mengutip data dari Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA), Pekcan mengatakan pasar mobil di UE menyempit 28,8 persen dalam sembilan bulan pertama tahun 2020.
Angka itu naik 3,1 persen pada September setiap tahun, imbuh dia.
Ismail Gulle, kepala Majelis Eksportir Turki, mengatakan ekspor otomotif Turki mencapai level sebelum pandemi Covid-19 pada September setelah tersendat karena penutupan pabrik.
Acara tersebut dihadiri oleh 75 perusahaan, termasuk 25 perusahaan Turki dan 50 perusahaan Jerman.
Gulle mengatakan Jerman adalah pasar ekspor utama sektor otomotif Turki dengan bagian 12,8 persen pada September.
Ekspor mobil ke Jerman mencapai USD2,5 miliar dalam sembilan bulan pertama tahun ini, tutur dia.
"Kami menyambut baik keputusan perusahaan otomotif Jerman untuk memindahkan pabrik mereka ke Turki," tukas Gulle.