Ekip
04 Agustus 2022•Update: 05 Agustus 2022
BAGHDAD
Ulama Syiah Irak Muqtada al-Sadr pada Rabu menyerukan untuk membubarkan Parlemen Irak dan mengadakan pemilihan dini.
“Tidak akan ada tempat bagi wajah-wajah lama lagi melalui proses damai, revolusioner dan demokratis dan [mengadakan] pemilihan demokratis awal setelah membubarkan Parlemen saat ini,” kata al-Sadr dalam pidato yang disiarkan televisi.
Pemimpin berpengaruh itu enggan berdialog dengan Kerangka Koordinasi (koalisi kelompok yang dekat dengan Iran).
“Tidak ada gunanya berdialog dengan mereka,” ujar dia.
Ulama Syiah itu meminta para pendukungnya untuk melanjutkan aksi protes mereka di Zona Hijau berbenteng di Baghdad, yang menampung kantor-kantor pemerintah dan sejumlah kedutaan asing, sampai tuntutan mereka dipenuhi.
Ketegangan meningkat di seluruh Irak sejak pekan lalu menyusul pencalonan Mohammed Shia al-Sudani sebagai perdana menteri baru oleh Kerangka Koordinasi, sebuah langkah yang memicu protes dari para pendukung al-Sadr.
Irak telah berada dalam kebuntuan politik selama sembilan bulan setelah pemilihan umum negara itu Oktober lalu, yang sejak saat itu gagal untuk menyepakati pemerintahan baru antara partai-partai yang bersaing.