Muhammad Abdullah Azzam
26 September 2020•Update: 27 September 2020
Agnes Szucs
BRUSSELS
Banyak aktor siap untuk membahas Mediterania Timur pada konferensi multilateral, ungkap presiden Dewan Eropa dalam Sidang Umum PBB pada Jumat.
Uni Eropa (UE) telah "melakukan upaya diplomatik intensif untuk meredakan ketegangan dan untuk mempromosikan dialog" di antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik Mediterania Timur, kata Charles Michel.
“Banyak pelaku yang sudah merespon positif dan siap membahas bentuk pembicaraanya,” jelas Michel.
Menurut pejabat tinggi UE, konferensi tersebut harus membahas batasan maritim, keamanan, masalah energi, dan migrasi.
Untuk menyelesaikan perselisihan antara Turki, Yunani, dan otoritas Siprus Yunani di bagian Selatan pulau Siprus, ketua Uni Eropa pada 4 September telah mengusulkan untuk menyelenggarakan konferensi multilateral dengan keterlibatan PBB.
Ketegangan baru-baru ini meningkat karena masalah eksplorasi energi di Mediterania Timur.
Yunani, atas dukungan Prancis, telah memperdebatkan eksplorasi energi Turki, mencoba mengurung wilayah maritim Turki berdasarkan pulau-pulau kecil di dekat pantai Turki.
Turki, negara dengan garis pantai terpanjang di Mediterania, telah mengirim kapal bor dengan pengawalan militer untuk mengeksplorasi energi di landas kontinennya. Turki dan Republik Turki Siprus Utara memiliki hak di wilayah tersebut.
Untuk mengurangi ketegangan, Turki menyerukan dialog untuk memastikan pembagian yang adil atas sumber daya di kawasan tersebut.