Muhammad Abdullah Azzam
26 September 2020•Update: 27 September 2020
Talha Ozturk
ISTANBUL
Serbia ingin lebih mengembangkan hubungan persahabatannya dengan Turki di masa depan, kata presiden negara itu pada Jumat.
Pernyataan Aleksandar Vucic itu muncul setelah jamuan makan siang dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul.
"[Dengan Turki] Kami ingin mempertahankan hubungan tingkat terbaik kami dan mengembangkan lebih lanjut hubungan persahabatan di masa depan," kata Vucic.
Turki memiliki pengaruh penting di Balkan Barat, ungkap dia, sambil menambahkan bahwa ada komunikasi yang sangat baik antara kedua negara.
''Ini sangat penting dari sudut pandang kami. Turki adalah salah satu kekuatan regional terpenting dan juga kekuatan [yang bergerak] ke posisi yang lebih menonjol di dunia setiap hari,” kata Vucic.
Para pemimpin itu juga membahas proses dialog antara Serbia dan Kosovo.
"Saya mendengarkan pendirian Erdogan tentang masalah ini dan saya menjelaskan posisi kami kepadanya. Dia [Erdogan] memperlakukan Serbia dengan hormat," kata presiden Serbia itu.
Vucic mengatakan mereka menanggapi secara merata kepada siapa pun yang menghormati Serbia, menambahkan bahwa mereka ingin hidup tanpa mempedulikan gagasan untuk berpisah dengan Turki.
Para pemimpin Serbia dan Kosovo pada awal September bertemu dalam pembicaraan dua hari yang disponsori AS di Washington di mana mereka mencapai tonggak bersejarah - setuju untuk menormalisasi hubungan ekonomi.
Serbia dan Kosovo menandatangani perjanjian terpisah dengan AS di mana Serbia setuju untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem.
Sementara Kosovo dan Israel juga setuju untuk menormalisasi hubungan dan menjalin hubungan diplomatik, Serbia setuju untuk membuka kantor perdagangan di Yerusalem pada September.