Muhammad Abdullah Azzam
22 September 2020•Update: 22 September 2020
Busra Nur Bilgic Cakmak
ANKARA
Para menteri luar negeri Uni Eropa pada Senin tidak dapat mencapai kesepakatan tentang sanksi terhadap Belarus, kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa.
“Para menteri membahas masalah sanksi. Meski ada keinginan yang jelas untuk mengadopsi sanksi-sanksi itu, tapi itu tidak mungkin dilakukan hari ini karena kesepakatan yang disyaratkan tidak tercapai, ”kata Josep Borrell dalam konferensi pers setelah pertemuan Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa.
"Dan masalah itu harus dipertimbangkan oleh para kepala negara dan pemerintahan di Dewan Eropa akhir pekan ini," lanjut dia.
Belarus diguncang oleh aksi protes massa sejak petahana Presiden Alexander Lukashenko terpilih kembali dalam pemilu pada 9 Agustus yang menurut kubu oposisi dicurangi.
Borell mengatakan hasil pemilu di Belarus "dipalsukan" dan blok tersebut tidak mengakui hasilnya.
Dia mengatakan kebulatan suara tidak dapat dicapai dalam pertemuan tersebut karena pemerintah Siprus Yunani bukan bagian dari konsensus dan menginginkan sanksi dikaitkan dengan sanksi terhadap Turki atas sengketa pengeboran gas di Mediterania Timur.
“Ini adalah masalah politik tegangan tinggi yang harus diselesaikan oleh Dewan Eropa. Dan saya tidak dapat memberi tahu Anda bagaimana Dewan Eropa akan menyelesaikannya. Itu harus dibicarakan," ujar dia.
Ketegangan baru-baru ini meningkat selama eksplorasi energi Turki di Mediterania Timur.
Yunani, Siprus Selatan, dan anggota UE lainnya mencoba menghentikan kegiatan eksplorasi energi Turki.
Menjawab pertanyaan apakah kesepakatan batas maritim dapat dilakukan antara Turki dengan Mesir, Erdogan mengatakan tidak ada hambatan untuk pembicaraan intelijen Turki-Mesir, tetapi juga mengatakan kesepakatan Kairo dengan Athena telah "mengecewakan" Turki.
Bulan lalu, Mesir mengumumkan bahwa mereka menandatangani perjanjian bilateral dengan Yunani tentang "pembatasan yurisdiksi maritim" antara kedua negara.
Kementerian Luar Negeri Turki mengecam kesepakatan itu, dengan menegaskan bahwa Yunani dan Mesir tidak memiliki perbatasan laut yang beririsan dan kesepakatan itu "batal demi hukum."