28 Juli 2017•Update: 30 Juli 2017
Idyli Tsakiri
ATHENA
Pejabat Komisi Uni Eropa (UE) mengumumkan bantuan dana darurat baru untuk membantu Yunani menangani krisis pengungsi.
Yunani akan menerima EUR 209 juta (USD 243 juta) untuk merelokasi keluarga pengungsi dari kamp-kamp ke apartemen-apartemen dan memperlengkapi mereka dengan kartu prabayar, kata Christos Stylianides, Komisioner Bantuan Kemanusiaan dan Penanganan Krisis UE kepada pers.
“Pendanaan baru ini mengubah cara kami mengirimkan bantuan untuk meningkatkan kehidupan orang banyak. Tujuan proyek ini adalah untuk memindahkan para pengungsi dari kamp-kamp dan membantu mereka untuk memiliki kehidupan yang lebih aman dan normal,” jelasnya.
Yunani telah menerima sekitar EUR 1,3 miliar (USD 1,5 miliar) untuk menangani krisis, kata Dimitris Avramopoulos, Komisioner Migrasi UE.
“Proyek yang diluncurkan hari ini adalah salah satu bagian dari dukungan besar kami untuk Yunani, dan juga bagi mereka yang membutuhkan perlindungan kami,” tambah Avramopoulos dalam konferensi pers gabungan bersama dengan pejabat EU lainnya di Athena.
Pendanaan baru ini jumlahnya “lebih dari 2 kali lipat” dana darurat yang diberikan untuk Yunani sejak krisis pengungsi dimulai pada 2015, yang mencapai EUR 401 juta (USD 469,5 juta), kata Avramopoulos lagi.
Bekerja sama dengan UNHCR, proyek Komisioner UE ini menyediakan 22.000 rumah di pulau-pulau besar Yunani dan 2.000 di kepulauan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan jumlah pengungsi dan pencari suaka yang tinggal di apartemen hingga mencapai 30.000 pada akhir tahun, kata pejabat UE.
“Target utamanya adalah menutup semua kamp dan menyatukan pengungsi dan pencari suaka dalam masyarakat,” tambah Menteri Migrasi Yunani Giannis Mouzalas.
Menurut data resmi dari pemerintah, sejak ditutupnya perbatasan Eropa, Maret tahun lalu, lebih dari 60.000 pengungsi dan imigran saat ini terlantar di Yunani.