Ekip
02 Juli 2022•Update: 08 Juli 2022
ISTANBUL
Uni Eropa (UE) mengutuk peristiwa-peristiwa kekerasan yang menyebabkan kematian warga sipil selama konflik di Suriah pada Jumat.
“Uni Eropa mengutuk dengan keras kejahatan-kejahatan ini yang menyebabkan kematian begitu banyak warga sipil selama lebih dari satu dekade konflik. Kejahatan ini sebagian besar dilakukan oleh rezim Suriah dan sekutunya, termasuk melalui penggunaan penyiksaan dan metode kriminal lainnya,” kata blok tersebut dalam sebuah pernyataan.
“Sejak awal konflik, UE menyerukan pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran hukum humaniter internasional,” kata mereka.
Uni Eropa menggarisbawahi bahwa mereka akan terus berdiri bersama Suriah dan tetap berkomitmen untuk persatuan, kedaulatan dan integritas teritorial Suriah.
Laporan PBB
Kantor Hak Asasi Manusia pada Selasa mengatakan bahwa pihaknya memiliki laporan yang mengikuti penilaian yang ketat dan analisis statistik dari data yang tersedia tentang korban sipil dan mereka memperkirakan bahwa 306.887 warga sipil tewas dalam periode 10 tahun.
Perkiraan itu berarti, rata-rata, setiap hari, selama 10 tahun terakhir, kata laporan itu.
Laporan tersebut mencatat bahwa “tingkat korban sipil dalam 10 tahun terakhir mewakili 1,5 persen dari total populasi” Suriah pada awal konflik.