Muhammad Abdullah Azzam
24 Desember 2020•Update: 25 Desember 2020
Busra Nur Bilgic Cakmak
ANKARA
Uni Eropa pada Rabu mengumumkan dukungan kemanusiaan mereka untuk para pengungsi Suriah di Turki akan diperpanjang hingga awal 2022.
"Program-program ini membantu lebih dari 1,8 juta pengungsi untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka dan akan membantu lebih dari 700.000 anak untuk melanjutkan pendidikan mereka," kata pernyataan dari Komisi Eropa.
Komisi Eropa mengatakan perpanjangan ini adalah Jaring Pengaman Sosial Darurat (ESSN), yang memberikan bantuan tunai kepada para pengungsi dalam kemitraan dengan Bulan Sabit Merah Turki (Kizilay), dan Transfer Tunai Bersyarat untuk Pendidikan (CCTE), yang memberikan dukungan kepada keluarga yang anaknya bersekolah.
Program-program tersebut, yang awalnya didirikan dan didanai di bawah Fasilitas UE untuk Pengungsi di Turki, sekarang akan didanai di bawah anggaran UE, kata pernyataan itu.
UE sekarang mengalokasikan EUR485 juta (USD591,6 juta) untuk mendukung pengungsi di Turki melalui dua program tersebut.
"Turki menampung hampir 4 juta pengungsi, dengan 70 persen di antaranya anak-anak dan wanita. Lebih dari 98 persen pengungsi di Turki tinggal di luar kamp. Sekitar 3,6 juta adalah warga Suriah yang melarikan diri dari perang yang sedang berlangsung," kata pernyataan itu.
Pada 2016, Uni Eropa dan Turki menyelesaikan kesepakatan di mana UE berjanji untuk memberikan bantuan finansial EUR6 miliar untuk membiayai proyek-proyek untuk pengungsi Suriah, dan Turki setuju untuk membantu menghentikan migran gelap menuju ke Eropa.
Perjanjian tersebut berhasil mengurangi jumlah penyeberangan pencari suaka secara signifikan di Laut Aegea, dan mencegah banyak korban jiwa.
Tetapi rintangan birokrasi dan penundaan pengiriman dana yang dijanjikan UE menyebabkan kecaman tajam oleh politisi Turki.