Muhammad Abdullah Azzam
31 Maret 2021•Update: 01 April 2021
Agnes Szucs
BRUSSELS
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Josep Borrell pada Selasa menyerukan pembangunan jembatan antara blok itu dengan Turki.
“Uni Eropa memiliki kepentingan strategis dalam pengembangan hubungan yang kooperatif dan saling menguntungkan dengan Turki,” kata Borrell di blognya mengenai kebijakan luar negeri UE.
Mengacu pada ketegangan tahun lalu di Mediterania Timur, Borrell mengatakan "situasinya tetap rapuh, tetapi UE menyambut baik perkembangan dan tindakan yang akan datang dari pihak Turki dan telah menanggapinya dengan mengulurkan tangan."
Selama KTT minggu lalu, para pemimpin UE membahas laporan tentang masa depan hubungan Turki-UE, yang disiapkan oleh Borrell dan Komisi Eropa, dan memutuskan untuk melanjutkan negosiasi dalam agenda yang konstruktif.
Menurut Borrell, ekonomi adalah salah satu bidang kerja sama terpenting karena ekspor Turki ke UE berjumlah EUR69,8 miliar (USD81,8 miliar) dan negara tersebut menerima EUR58,5 miliar (USD68,6 miliar) dari investasi asing langsung (FDI) dari negara UE.
Empat bidang perselisihan
Di saat yang sama, Borrell mengakui bahwa blok tersebut dan Turki memiliki ketegangan atas empat topik utama, yaitu Mediterania Timur, masalah Siprus, konflik regional seperti Libya dan Suriah, dan standar demokrasi.
“Perselisihan lama sangat mempengaruhi kepentingan keamanan Uni Eropa dan tidak bisa lagi dianggap hanya urusan bilateral antara Turki dan beberapa negara anggota,” tegas dia.
Turki menolak upaya Yunani untuk mengubah perselisihan dengan Turki mengenai perbatasan laut menjadi perselisihan dengan blok Uni Eropa.
Borrell juga mengatakan "standar demokrasi tetap menjadi elemen kunci, tidak hanya untuk UE, tetapi juga untuk rakyat Turki."
Inilah saatnya untuk mengatasi perbedaan dengan cara yang konstruktif, dan "membangun jembatan ini", Borrell menambahkan bahwa dirinya yakin kedua pihak bisa melakukan ini.
Menyiratkan kemungkinan penerimaan Turki jadi anggota UE, dia mengatakan Turki adalah kekuatan regional yang penting dan takdir historisnya mungkin saja dapat bergabung dengan seluruh Eropa dalam proyek perdamaian unik yang kami bangun di bawah bendera Uni Eropa."
Ursula von der Leyen dan Charles Michel, kepala Komisi Eropa dan Dewan Eropa, akan mengunjungi Turki Selasa depan untuk berdiskusi dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tentang masa depan hubungan Turki-Uni Eropa.