Muhammad Abdullah Azzam
28 Mei 2018•Update: 29 Mei 2018
Yusuf Hatip
Brussels (AA) - Uni Eropa menyerukan kepada Venezuela untuk mengulang pemilihan umum presiden.
Menurut sebuah pernyataan bersama Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa, pemilihan di Venezuela pada 20 Mei lalu tidak sejalan dengan prinsip-prinsip demokratis dan pemilu tersebut perlu diulang "bedasarkan standar internasional".
UE menyebut pemilu itu dilaksanakan tanpa "kesepakatan nasional, pluralisme politik, demokrasi, transparansi, dan supremasi hukum".
Para menteri luar negeri Uni Eropa juga mengungkapkan akan segera menerapkan sanksi baru terhadap beberapa pejabat pemerintah Venezuela.
Federica Mogherini, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, dalam sebuah pernyataan mendesak Venezuela untuk "mengambil langkah konkret untuk sepenuhnya menghormati konstitusi negara".
Presiden Venezuela Nicolas Maduro memenangkan kembali pemilu untuk masa jabatan kedua pada Minggu, demikian diumumkan oleh pejabat pemilihan umum, meski adanya kecurigaan kecurangan pemilu.
Maduro, 55 tahun, memenangkan sekitar 5,8 juta suara atau 68 persen dari total suara, kata Tibisay Lucena, kepala Dewan Pemilihan Nasional.