Muhammad Abdullah Azzam
28 Februari 2018•Update: 28 Februari 2018
Şerife Çetin
BRUSSELS
Uni Eropa memasukkan nama Menteri Industri dan Menteri Informasi Suriah yang baru dilantik rezim Bashar al Assad ke dalam daftar penerima sanksi.
Menurut pernyataan tertulis yang dibuat Dewan Uni Eropa, Uni Eropa memberlakukan pembatasan terhadap kedua menteri Suriah tersebut karena telah mendukung krisis kemanusiaan di Suriah.
Nama kedua menteri tersebut yakni Menteri Perindustrian Mohammad Mazin Ali Yusuf dan Menteri Komunikasi dan Infromatika Imad Abdullah Sara.
Berdasarkan keputusan terakhir itu, Uni Eropa telah mencatat 257 nama dalam daftar penerima sanksi karena melakukan atau memfasilitasi kekerasan terhadap rakyat Suriah.
Selain itu, Uni Eropa juga telah membekukan aset milik 67 perusahaan dengan alasan yang sama.
Sanksi tersebut berlangsung hingga 1 Juni mendatang.
Sejak perang sipil merebak di Suriah pada Maret 2011, PBB melansir lebih dari 250.000 orang tewas. Lembaga Syrian Center for Policy Research mengatakan jumlah korban sebenarnya jauh lebih besar, diperkirakan melebihi 470.000 orang.
Perang sipil di Suriah dimulai ketika rezim Bashar al-Assad mulai menindak keras demonstrasi pro-demokrasi. Ratusan ribu warga sipil menjadi korban konflik itu yang melibatkan pasukan koalisi menyerang oposisi. Jutaan lainnya terpaksa melarikan diri dan mengungsi.