Maria Elisa Hospita
28 Juli 2018•Update: 29 Juli 2018
Anees Suheil Barghouti
YERUSALEM
Otoritas Islam telah membuka kembali gerbang masuk ke kompleks masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, setelah menutupnya selama beberapa jam usai salat Jumat.
Sebelumnya pada Jumat, puluhan warga Palestina diserang kemudian ditangkap oleh pasukan khusus Israel yang menyerbu masjid Al-Qibali, di kompleks Al-Aqsa.
"Sedikitnya 50 polisi menyerbu masjid Al-Qibali, menyerang para jemaah dan menangkap 20 lainnya," kata Firas al-Dibs, juru bicara Otoritas Keagamaan Yerusalem yang dikelola Yordania.
Menurut Otoritas Keagamaan Yerusalem, sebanyak 15 warga Palestina terluka, termasuk tiga penjaga masjid.
Bagi umat Muslim, Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga di dunia. Sementara orang-orang Yahudi menyebut kompleks itu sebagai "gunung kuil", di mana dua kuil Yahudi pernah berdiri di zaman kuno.
Israel menduduki Yerusalem Timur - tempat Al-Aqsa berada - selama perang Timur Tengah tahun 1967. Israel kemudian menguasai seluruh wilayah kota pada tahun 1980, dan menyebutnya sebagai "ibu kota abadi".
Pada akhir tahun 2000, kunjungan politikus Israel Ariel Sharon telah memicu pemberontakan atas pendudukan Israel yang berlangsung selama bertahun-tahun, dan telah menewaskan ribuan warga Palestina.