Maria Elisa Hospita
06 September 2019•Update: 09 September 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Jason Greenblatt, utusan khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah, mundur dari jabatannya.
"Setelah hampir tiga tahun menjabat, Jason Greenblatt mengundurkan diri untuk menempuh karir di sektor swasta," cuit Presiden AS Donald Trump.
Trump menyebut utusan Timur Tengah itu sebagai "kawan yang baik dan setia" sekaligus "pengacara andal".
Menurut presiden, Greenblatt akan tetap menyelesaikan tugas-tugasnya sampai rencana perdamaian Israel-Palestina usulan AS diumumkan.
Rencana tersebut akan dirilis setelah pemilihan umum Israel pada 17 September mendatang.
"Dedikasinya dalam proses perdamaian Israel dan Palestina tidak akan dilupakan. Dia akan dirindukan. Terima kasih Jason!" tambah Trump.
Dalam sebuah pernyataan, Greenblatt mengatakan bekerja di Gedung Putih adalah "sebuah kehormatan" sepanjang hidupnya.
"Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari tim yang merancang proses perdamaian. Visi ini berpotensi meningkatkan taraf kehidupan jutaan warga Israel, Palestina, dan lainnya di kawasan itu," kata dia.
Sementara itu, Jared Kushner, menantu Trump sekaligus penasihat senior Gedung Putih, mengatakan Greenblatt telah melakukan "pekerjaan luar biasa" dalam mengembangkan visi ekonomi dan politik di Timur Tengah.
"Karyanya telah membantu mengembangkan hubungan Israel dan negara-negara tetangganya karena dia dipercaya dan dihormati oleh semua pemimpin di seluruh kawasan," ujar Kushner.