Erric Permana
06 September 2019•Update: 07 September 2019
JAKARTA
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menegaskan Palestina bukan real estate yang bisa diperjualbelikan.
Ini disampaikan Zarif usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi di Jakarta.
Dalam pertemuan bilateral itu kedua menteri luar negeri membahas isu-isu regional dan juga Palestina.
Saat memberikan pernyataan pers bersama mengenai sejumlah isu di antaranya isu Palestina, Zarif menyindir solusi perdamaian dari Amerika Serikat yang menyerukan pemberian investasi sebesar USD 50 miliar untuk Palestina dan negara-negara tetangga.
Zarif menegaskan "solusi real estate" yang ditawarkan AS tidak akan berhasil mencapai kesepakatan damai antara Israel - Palestina.
"Palestina adalah kiblat dari muslim di dunia, bukan sebuah real estate yang bisa dibeli ataupun dijual," tegas Zarif.
Menurut dia, aspirasi dari jutaan warga Palestina yang telah terusir dari negaranya tidak bisa digantikan dengan kesepakatan bisnis.
Iran dan Indonesia kata Zarif sepakat untuk tetap menghormati hak warga Palestina yang ingin mendapatkan kemerdekaan serta menjadikan al-Quds Al Syarif sebagai ibu kota negaranya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menegaskan Indonesia konsisten dalam mendukung solusi dua negara untuk mencapai perdamaian Palestina - Israel.
Sebelumnya, Senior Gedung Putih Jared Kushner yang juga merupakan menantu dari Presiden Donald Trump menyerukan adanya investasi sebesar USD 50 miliar untuk Palestina dan negara-negara tetangga.
Solusi yang ditawarkan AS seringkali digembar-gemborkan sebagai "Kesepakatan Abad Ini".
Jared Kushner yang merupakan pengusaha real estate itu menggambarkan bahwa "Kesepakatan Abad Ini" sebagai "peluang abad ini"
Tawaran itu pun menuai kritik, banyak pihak menilai hal yang disampaikan Jared Kushner seperti brosur lahan yasan atau real estate.