Rhany Chairunissa Rufinaldo
05 September 2018•Update: 06 September 2018
Nazlı Yuzbasioglu
ANKARA
Utusan khusus PBB untuk Suriah meminta pemimpin Rusia dan Turki pada Selasa untuk berdialog guna menghasilkan solusi bagi Idlib, Suriah.
"Kepada Presiden Vladimir Putin dan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Anda adalah orang-orang yang sebenarnya mampu berbicara satu sama lain, melakukan panggilan telepon, mengatur formula yang memungkinkan akhir dari bencana mengerikan sehingga tidak menjadi yang terburuk," kata Staffan de Mistura dalam konferensi pers di Kantor PBB di Jenewa.
"Percakapan panggilan telepon antara Anda berdua akan membuat perbedaan besar, bahkan sebelum pertemuan di Teheran," tambahnya.
Pembicaraan tentang Suriah di Ibu Kota Iran akan diadakan pada 7 September antara Iran, Rusia dan Turki.
De Mistura mengatakan situasi di Idlib harus dievaluasi secara hati-hati dalam hal politik dan militer, solusi berkelanjutan bukan tidak mungkin terjadi karena pertemuan bilateral Erdogan dan Putin akan sangat efektif.
"Menemukan solusi yang masuk akal, logis, dan tidak dramatis sering terjadi di masa lalu. Itulah mengapa saya mendesak mereka untuk berbicara," katanya.
Menurut de Mistura, prioritas di Idlib adalah untuk melindungi warga sipil, wanita, pria, guru, staf medis, insinyur dan anak-anak yang telah terperangkap dalam ketidaktahuan.
Sebelumnya pada Selasa, de Mistura mengadakan konferensi pers di Jenewa, di mana dia mengatakan bahwa PBB khawatir tentang kemungkinan operasi rezim Assad dan pendukungnya di Idlib.
Penduduk sipil di Provinsi Idlib, barat laut Suriah, yang khawatir akan kemungkinan serangan oleh rezim dan sekutu-sekutunya, meminta Turki untuk memastikan keamanan di kawasan itu.
Warga mendesak Turki untuk meningkatkan jumlah titik pengamatan di daerah itu dengan maksud melindungi warga sipil dari serangan yang mereka yakini sudah dekat.
Terletak di dekat perbatasan Turki, Idlib adalah rumah bagi lebih dari 3 juta warga Suriah yang kebanyakan di antaranya melarikan diri dari kota-kota lain setelah serangan oleh pasukan rezim Suriah.
Pada Mei, Idlib ditetapkan sebagai "zona de-eskalasi" - di mana tindakan agresi secara tegas dilarang - sebagai bagian dari pembicaraan damai yang sedang berlangsung di Ibu Kota Kazakhstan, Astana.