Rhany Chairunissa Rufinaldo
18 Maret 2020•Update: 18 Maret 2020
Laura Gamba
BOGOTA, Kolombia
Pemerintah Presiden Nicolas Maduro telah meminta USD5 miliar dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk menangani pandemi virus korona (Covid-19) di Venezuela, di mana 33 kasus telah dilaporkan sejauh ini.
"Kami mendatangi organisme terhormat Anda untuk meminta penilaian Anda, mengenai kemungkinan pemberian Venezuela fasilitas pendanaan sebesar USD5 miliar dari Dana Darurat Instrumen Pembiayaan Cepat (IFR), sumber daya yang akan berkontribusi secara signifikan untuk memperkuat sistem deteksi dan respons kami," bunyi surat yang ditandatangani oleh Maduro.
Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza menerbitkan surat itu di akun Twitter-nya pada 17 Maret.
“Presiden Nicolas Maduro secara resmi telah meminta pembiayaan sebesar USD5 juta kepada Dana Moneter Internasional untuk memperkuat kapasitas respons sistem kesehatan kita selama kontingensi Covid-19. Tindakan tepat waktu lainnya untuk melindungi warga,” tulis Arreaza.
Ini adalah pertama kalinya Venezuela beralih ke Dana Moneter Internasional dalam hampir 20 tahun. Pada 2007, Mantan Presiden Hugo Chavez mengumumkan negara itu menarik diri dari IMF karena dia yakin lembaga keuangan internasional itu melayani kepentingan AS, tetapi keputusan untuk menarik diri itu tidak terwujud.
Pada Januari tahun lalu, IMF menangguhkan aktivitas dengan Venezuela karena krisis politik.
Surat itu, tertanggal 15 Maret 2020 dan ditujukan kepada Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva.
“Hanya di bawah semangat solidaritas, persaudaraan dan disiplin sosial kita akan dapat mengatasi situasi yang menghadang kita, dan kita akan tahu bagaimana melindungi kehidupan dan kesejahteraan rakyat kita,” lanjut surat itu.
Maduro telah menempatkan Venezuela dalam karantina untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan telah menangguhkan semua kegiatan sekolah dan pekerjaan.
"Saya ingin mengumumkan bahwa mulai Selasa, 17 Maret, Venezuela akan masuk pada karantina sosial, seluruh penjuru negara, 23 negara bagian dan ibu kota, semuanya dalam karantina sosial, karantina kolektif," ujar dia, Senin.
Maduro juga mengkonfirmasi 16 kasus baru, sehingga total mencapai 33.