Humeyra Atilgan Buyukovali
ISTANBUL
Wanita dan pria dari segala usia, kelompok pelajar, dan keluarga berkumpul di Yenikapi Square, Istanbul Minggu untuk menunjukkan solidaritas terhadap Palestina menyusul kebijakan Israel membatasi akses ke Masjid al-Aqsa.
"Jerusalem adalah hati kami," ujar seorang wanita Turki berusia 32 tahun, bersama bayi perempuannya berusia 3 tahun yang membawa bendera Palestina.
Esra, yang tidak ingin menyebut nama lengkapnya, beralasan ikut membawa bayinya karena dia yakin "masalah Palestina harus dikenalkan sejak kecil."
Ia menuding negara-negara Muslim tidak berbuat banyak mendukung perjuangan bangsa Palestina. Padahal, menurutnya, satu-satunya solusi persoalan Palestina "adalah persatuan Islam yang bertindak tegas melawan penindasan (Israel)".
Sementara itu, Nurhayat Kurt (85 tahun) yang ikut dalam aksi ini dengan kursi roda mengatakan bahwa pada akhirnya Israel harus menyerah.
Kurt menekankan al-Aqsa adalah simbol penting bagi Islam. "Saya di sini bersama anak-anak dan cucu-cucu saya. Semakin banyak Muslim bersatu melawan Israel, semakin lebih baik suara kita akan didengarkan," katanya.
Negara-negara Arab gagal mendukung Palestina
Shiraz Abdul (57 tahun) yang berasal dari Karibia juga berada di tengah gelombang massa. datang ke Istanbul sebagai turis, dia belajar tentang arti perjuangan melawan Israel hingga memutuskan bergabung dengan massa. "(Ini) penting karena kami harus memiliki perdamaian di dunia," ujarnya usai menghadiri aksi.
Menurut Abdul, Israel adalah negara kapitalis yang "ingin mencaplok seluruh belahan dunia".
Ia juga mengkritik negara-negara Arab karena tidak mendukung Palestina dan mengklaim bahwa mereka lebih memilih berlimpah harta "dengan mendukung Israel".
Semua negara kaya mencoba memiliki hubungan baik dengan Israel, "karena Israel mengendalikan sistem moneter dunia," tambahnya.
Cengiz Unlu, 58 tahun, setuju dengan pendapat Abdul dan berkata, "Para pemimpin negara-negara Muslim lebih takut kepada pemimpin Barat daripada kepada Allah."
"Namun," tambahnya, "aksi pada hari ini akan menuju kepada kebangkitan kembali Islam."
Menurutnya, Jerusalem penting bagi semua umat Islam, tidak hanya orang-orang Palestina. "Allah bersama kita, dan kita akan menjadi pemenang kapanpun ketika seluruh umat Islam bisa bebas menjalankan sholat sehari-hari di Al-Quds."
Ratusan orang menghadiri The Great Jerusalem Rally yang diselenggarakan sejumlah LSM Turki.
Puluhan perwakilan dari organisasi masyarakat sipil termasuk Anatolian Youth Foundation (AGD), Humanitarian Relief Foundation (IHH), dan Yedi Hilal Foundation, berkumpul di alun-alun dan bersumpah tidak akan membiarkan Masjid al-Aqsa jatuh ke tangan Israel.
Dalam aksinya, para demonstran meneriakkan slogan anti-Israel dan pro-Palestina. Mereka juga membawa bendera Turki dan Palestina sebagai bentuk dukungan terhadap saudaranya.
Aksi pada hari Minggu kemarin adalah rangkaian demonstrasi terakhir yang diadakan di Turki menyusul pembatasan Israel baru-baru ini terhadap warga Palestina yang memasuki Masjid al-Aqsa.
news_share_descriptionsubscription_contact

