Muhammad Abdullah Azzam
18 Juni 2019•Update: 19 Juni 2019
İslam Doğru
NEW YORK
Masyarakat Mesir-Amerika menggelar aksi protes terhadap pemerintah militer Mesir atas kematian mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi pada Senin saat menjalani persidangang di pengadilan.
Para anggota masyarakat Mesir-Amerika berkumpul dan mendoakan Morsi di jalan depan Konsulat Jenderal Mesir di New York.
Para demonstran yang membawa spanduk besar bertuliskan "Presiden Mesir yang sah Mohamed Morsi" memprotesi pemerintah militer negara tersebut.
Seorang dokter warga Mesir Mahmut Al-Said mengatakan dalam demonstrasi itu bahwa militer Mesir menginginkan Morsi mati di penjara selama masa penahanan enam tahun.
"(Mereka ingin Morsi mati) Karena dia mewakili rakyat Mesir dan simbol kebebasan, dia simbol kebebasan dan martabat Mesir,” tutur Al-Said.
“Mereka membunuh Morsi hari ini, selama enam tahun di penjara mereka membunuhnya, merampas hak-hak paling mendasar, seperti makanan dan kesehatan,” ujar dia.
Menurut Al-Said Mursi terbunuh karena membela kebebasan bangsanya. selain Mesir, dia juga berjuang untuk kebebasan dan martabat semua orang di kawasan itu seperti Suriah, dan Palestina.
Seorang profesor fisika di Universitas Kairo Ahmet Abdulbasit mengatakan dirinya harus mencari suaka ke Amerika Serikat setelah kudeta militer di Mesir.
Abdulbasit mengungkapkan seolah dirinya merasakan demokrasi telah mati setelah mendengar kabar Morsi yang telah dipilih langsung oleh rakyat Mesir secara transparan meninggal di pengadilan.