Maria Elisa Hospita
31 Oktober 2018•Update: 01 November 2018
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Washington Post masih menunggu jawaban atas pembunuhan kontributornya, Jamal Khashoggi, dan mendesak Kongres Amerika Serikat untuk menjatuhkan sanksi kepada mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu.
Khashoggi, wartawan dan kolumnis Saudi untuk Washington Post, menghilang setelah memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Setelah beberapa minggu menyangkal mengetahui keberadaannya, pejabat Saudi pekan lalu akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas dalam perkelahian di dalam gedung konsulat.
Dalam sebuah tulisan opini, dewan redaksi Washington Post mengatakan apa yang terjadi dengan jasad Khashoggi masih "dirahasiakan".
Mereka menuding pemerintah Saudi dan "kaki tangan de facto" di pemerintahan Presiden AS Donald Trump memilih bungkam, bukannya mengklarifikasi pembunuhan itu.
Menurut pejabat Turki, Khashoggi diserang begitu dia memasuki konsulat, jari-jarinya dipotong, kemudian disuntik obat bius, sebelum akhirnya dimutilasi oleh seorang ahli forensik.
"Yang masih menjadi pertanyaan Turki telah disuarakan secara terbuka oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan: Di mana tubuh Mr. Khashoggi? Dan siapa yang menginstruksikan operasi mengerikan ini?" kata harian tersebut.
"Orang-orang Saudi tahu jawaban untuk kedua pertanyaan itu, dan mungkin juga Trump. Para ahli di Arab Saudi bahkan sepakat bahwa misi itu pasti sudah diketahui - dan kemungkinan besar diperintahkan - oleh pemimpin de facto kerajaan, Putra Mahkota Mohammad bin Salman (MBS)," tambah Washington Post.
Washington Post menegaskan bahwa Kongres harus memanggil Direktur CIA Gina Haspel - yang mendatangi Turki pekan lalu - dan pejabat senior AS lainnya untuk ditanyai mengenai apa yang mereka ketahui tentang pembunuhan Khashoggi.
"Mereka yang terbukti terlibat harus ditindak tegas, termasuk - jika memang terbukti - MBS. Hubungan AS dan Arab Saudi pun harus dijalin kembali," tegas dewan redaksi.
Erdogan mengatakan 18 orang yang telah ditangkap di Arab Saudi harus diekstradisi ke Turki untuk diadili, sementara Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan kerajaan akan mengadili para tersangka setelah penyelidikan selesai.