Rhany Chairunissa Rufinaldo
22 April 2020•Update: 22 April 2020
Peter Kenny
JENEWA
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa mengatakan bahwa klaim tentang Covid-19 ditransmisikan kepada orang dari binatang dan berasal dari laboratorium di China tidak akurat.
"Semua bukti yang ada menunjukkan bahwa virus tersebut berasal dari hewan dan tidak dimanipulasi atau dibangun di laboratorium, atau di tempat lain," kata juru bicara WHO Fadela Chaib pada konferensi pers video PBB di Jenewa mengenai dugaan penyebaran virus dari Institut Virologi Wuhan.
Klaim itu dibuat oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pekan lalu, yang mengatakan bahwa Washington ingin mengetahui apakah virus itu berasal dari laboratorium di Wuhan.
"Kemungkinan besar memiliki reservoir ekologis pada kelelawar, tetapi bagaimana virus pindah dari kelelawar ke manusia masih harus dicari tahu. Pasti ada inang perantara atau hewan lain yang menularkan virus ini dari kelelawar ke hewan lain, ke manusia," kata Chaib
Chaib menyambut baik semua negara yang bersedia membantu menemukan asal-usul virus.
"WHO adalah organisasi berbasis ilmu pengetahuan dan kami bergabung dengan banyak ahli untuk menemukan asal virus, di Wuhan atau tempat lain," ujar dia.
Para ilmuwan dan peneliti berusaha keras menemukan vaksin untuk virus yang telah menginfeksi lebih dari 2,5 juta orang di seluruh dunia dan membunuh lebih dari 177.000 jiwa.
"Kami memiliki lebih dari 70 vaksin dalam pengembangan secara global dan beberapa terapi sedang dalam uji klinis," lanjut Chaib.
Dia menambahkan bahwa WHO bekerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan produsen farmasi, jadi ketika vaksin ditemukan, akan dibagi secara adil dengan semua negara.