Pizaro Gozali İdrus
23 Juli 2018•Update: 24 Juli 2018
ELena Teslova
MOSKOW
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov membahas situasi di Suriah dengan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi melalui telepon, ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia pada Minggu.
Safadi menginformasikan Lavrov mengenai kedatangan relawan badan pertahanan sipil Suriah yang dikenal sebagai White Helmets itu ke Yordania.
"Safadi, khususnya, melaporkan kedatangan The White Helmets ke Yordania, yang akan dikirim ke beberapa negara barat setelah tinggal sementara," menurut pernyataan yang dilansir pada situs resmi kementerian itu.
Lavrov menekankan pentingnya repatriasi pengungsi Suriah. Pembicaraan itu, kata kementerian tersebut, diprakarsai oleh Yordania.
Dalam cuitannya, Safadi mengatakan: "Membahas situasi #Suriah dengan #Menteri Luar Negeri Lavrov. Kami akan menjaga koordinasi yang kuat untuk menemukan solusi damai atas krisis yang akan menjaga integritas Suriah dan rakyatnya menerima. Mendiskusikan situasi #Selatan dan gagasan-gagasan Rusia untuk merepatriasi pengungsi. Kerja sama yang efektif."
Ketua White Helmets Riyad Salih mengatakan pada Minggu bahwa evakuasi para anggota White Helmets dan keluarga mereka diblokir oleh rezim Bashar al-Assad, yang pasukannya menjaga perbatasan Suriah dengan Amman.
"Kami berkomunikasi dengan PBB dan untuk keselamatan mereka, evakuasi dilakukan ke Yordania melalui Dataran Tinggi Golan [yang diduduki Israel]," katanya kepada Anadolu Agency.
Pada hari Sabtu, Kementerian Luar Negeri Yordania mengatakan telah mengizinkan PBB untuk mengatur perjalanan sekitar 800 anggota White Helmets untuk alasan kemanusiaan.
Dalam sebuah pernyataan, juru bicara kementerian Mohamed al-Kayed mengatakan Amman menanggapi permintaan untuk mengizinkan 800 warga Suriah ke negara itu untuk sementara dimukimkan di Barat.
Bulan lalu, pasukan rezim Suriah meluncurkan operasi militer yang luas - didukung oleh kekuatan udara Rusia - untuk merebut kembali provinsi Daraa yang dikuasai oposisi, yang memicu sekitar 350ribu warga sipil melarikan diri dari provinsi itu menuju daerah dekat perbatasan Yordania.