Maria Elisa Hospita
23 Juli 2018•Update: 24 Juli 2018
Gulbin Yildirim
BUENOS AIRES
Peringatan serius mengenai kebijakan perdagangan proteksionis dibahas dalam Konferensi Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency, Menteri Keuangan Turki Berat Albayrak mengatakan bahwa KTT itu digelar saat neraca perdagangan telah didefinisikan ulang dan ekonomi global tengah menghadapi ujian berat karena meningkatnya proteksionisme.
"Kebijakan perdagangan proteksionis cenderung menimbulkan masalah baru baik dalam produktivitas, produksi, dan tenaga kerja, " kata dia, saat diwawancarai di Buenos Aires, pada Minggu.
"Bagi kami, KTT itu adalah pertemuan yang sangat penting, dan termasuk diplomasi ekonomi yang kuat," ujar Albayrak, seraya mengungkapkan bahwa dia telah melakukan diskusi bilateral dengan rekan-rekannya dari Amerika Serikat, Uni Eropa, Tiongkok, Jerman, Prancis, Brasil, Korea Selatan, Indonesia, dan negara lainnya.
Dia juga menekankan, "Oleh karena itu, saya menyimpulkan bahwa KTT G20 sangat membuahkan hasil,"
Mengenai kebijakan ekonomi domestik, regional, dan global Turki, Albayrak mengatakan bahwa Turki telah menjadi contoh bagaimana negara itu mengimplementasikan kebijakan berbagi, win-win, aktif dan dinamis - berkat proyek-proyek yang berlangsung hingga hari ini.
"Turki akan memasuki periode yang jauh lebih kuat, di mana Turki tidak lagi dibayangi masalah-masalah yang menghantuinya di masa lalu, dengan program pembangunan baru, rencana anggaran, dan kebijakan-kebijakan yang dinamis," jelas dia.
Albayrak juga mengungkapkan bahwa dia telah berkesempatan untuk menyampaikan transformasi dan kesuksesan pembangunan Turki ketika dia menjadi pembicara utama dalam sebuah diskusi investasi infrastruktur Turki - senilai lebih dari USD400 miliar - selama 15 tahun terakhir.