Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 September 2020•Update: 27 September 2020
Busra Nur Bilgic Cakmak
ANKARA
Perdana Menteri Yunani mengatakan akan memberikan kesempatan diplomasi dengan Turki untuk menyelesaikan masalah Mediterania Timur dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada Jumat.
Kyriakos Mitsotakis mengatakan bahwa dalam sidang umum tahun lalu dia telah mengulurkan tangan persahabatan dan kerja sama kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan menunjukkan kesediaan untuk bertindak sebagai pembangun jembatan bagi Turki di Eropa.
Mitsotakis mengklaim bahwa Turki meningkatkan ketegangan di kawasan itu dan mengatakan bahwa semua orang memahami bahwa peningkatan ketegangan yang terus-menerus ini tidak dapat berlanjut.
"Dan saya menolak untuk percaya bahwa kemitraan antara tetangga dekat tidak mungkin," ujar dia.
Merujuk pada kesepakatan normalisasi antara Israel dan UEA, Mitsotakis mengatakan itu adalah bukti bahwa tahun penuh kecurigaan dan permusuhan bisa diganti dengan kerja sama dan saling pengertian.
“Jadi, ayo bertemu. Ayo bicara. Dan mari kita mencari solusi yang dapat diterima bersama. Mari beri kesempatan pada diplomasi. Kalau pada akhirnya kita masih belum bisa sepakat, maka kita harus mempercayai kebijaksanaan Mahkamah Internasional di Den Haag," tutur dia.
Mitsotakis kemudian merujuk pada dimulainya pembicaraan eksplorasi antara Turki dan Yunani dan mengatakan bahwa itu adalah langkah menuju arah yang benar.
“Jika Presiden Erdogan benar-benar yakin PBB berdiri sebagai mercusuar harapan dan benteng kerja sama global, saya akan mendesak dia untuk bertindak sesuai dengan fakta ini,” tambah dia.
Yunani terus mempermasalahkan eksplorasi energi Turki di Mediterania Timur, mencoba mengkotakkan wilayah maritim Turki berdasarkan pulau-pulau kecil di dekat pantainya.
Turki, negara dengan garis pantai terpanjang di Mediterania, telah mengirim kapal bor dengan pengawalan militer untuk mengeksplorasi energi di landas kontinennya dan menegaskan bahwa Turki dan Republik Turki Siprus Utara juga memiliki hak di wilayah tersebut.
Untuk mengurangi ketegangan, Turki menyerukan dialog untuk memastikan pembagian yang adil dari sumber daya kawasan.
Pada Selasa, Kementerian Luar Negeri Yunani mengatakan bahwa dialog tentang eksplorasi antara Turki dan Yunani Putaran ke-61 akan segera dimulai.
Perundingan eksplorasi itu terakhir diadakan di Athena pada 1 Maret 2016.
Setelah itu, perundingan bilateral dilanjutkan dalam bentuk konsultasi politik tetapi tidak kembali ke kerangka eksplorasi.