Ekip
01 Juli 2022•Update: 04 Juli 2022
ATHENA
Turki memiliki kekhawatiran yang sah atas kegiatan terorisme oleh kelompok-kelompok Kurdi, kata Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis pada Kamis.
“Turki memiliki beberapa kekhawatiran yang masuk akal mengenai masalah terorisme yang dilakukan oleh organisasi Kurdi. Turki telah membayar harga yang mahal dari aksi teroris semacam itu,” kata Mitsotakis dalam konferensi pers di KTT NATO di Madrid.
“Ini adalah sesuatu yang tidak sulit kami kenali,” ujar dia, menjawab pertanyaan tentang memorandum trilateral Turki dengan Swedia dan Finlandia.
Ditandatangani pada hari Selasa setelah pembicaraan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan para pemimpin kedua negara Nordik serta kepala NATO, perjanjian tersebut membuka jalan bagi NATO secara resmi mengundang Finlandia dan Swedia untuk bergabung.
Kedua negara telah berjanji untuk mengatasi masalah terorisme Turki dan mencabut embargo senjata terhadap Ankara.
Hal ini juga menyatakan bahwa Finlandia dan Swedia akan bekerja sama dengan Turki pada isu-isu yang berkaitan dengan pertukaran informasi, ekstradisi, dan perang melawan terorisme.
Mengenai hubungan bilateral, Mitsotakis mengatakan Yunani dan Turki harus terus berbicara untuk menyelesaikan masalah mereka dengan “cara yang beradab.”
“Kita harus bertemu, kita harus bicara,” sebut dia, merujuk pada Presiden Erdogan.
“Kita harus menghadapi perbedaan kita dengan cara yang beradab, dalam kerangka hubungan bertetangga yang baik dan dengan hukum internasional sebagai satu-satunya acuan. Tidak ada kerangka kerja lain yang dapat kami andalkan untuk menyelesaikan perbedaan kami.”
Turki tidak mengangkat masalah apa pun terhadap Yunani selama KTT, menurut Mitsotakis.
Namun, dia mengklarifikasi bahwa semua anggota diberitahu bahwa krisis Ukraina adalah fokus utama KTT, dan tidak ada ruang untuk diskusi lain yang mungkin dapat mengacaukan aliansi dari masalah lain.
- Permintaan F-35 dari AS
Kantor perdana menteri Yunani pada Kamis mengkonfirmasi bahwa Athena telah mengirim permintaan resmi ke AS untuk membeli 20 buah F-35, sebuah pesawat tempur yang dibuat oleh perusahaan pertahanan Amerika Lockheed Martin.
Di Madrid, Mitsotakis mengatakan Yunani ingin membeli satu skuadron F-35, dengan opsi pembelian tambahan.
“Pengiriman surat permintaan yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir adalah bagian dari proses ini,” tutur dia.
Yunani mengharapkan pengiriman pesawat itu dimulai pada 2027-2028, kata Mitsotakis.