İqbal Musyaffa
09 Agustus 2019•Update: 10 Agustus 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia menyampaikan bahwa aliran modal asing yang masuk ke Indonesia hingga tanggal 8 Agustus mencapai Rp179,6 triliun.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan aliran modal asing tersebut terdiri dari Rp113,7 triliun masuk ke dalam surat berharga negara dan Rp65,9 triliun masuk ke dalam saham.
“Secara keseluruhan menunjukkan confident investor pada ekonomi Indonesia baik prospeknya, stabilitasnya, maupun kebijakan-kebijakan yang ditempuh BI, pemerintah, dan OJK masih cukup baik,” ungkap Perry di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, memang secara teknikal sempat terjadi gejolak jangka pendek yang menyebabkan outflow akibat dari kebijakan AS yang menaikkan tarif 10 persen untuk USD300 miliar komoditas impor asal China yang kemudian dibalas oleh China.
“Itu biasa terjadi karena investor ada yang keluar masuk. Tapi investor menengah panjang tetap memberikan inflow ke Indonesia,” lanjut dia.
Perry menambahkan premi risiko yang diukur dengan Credit Default Swap (CDS) untuk 5 tahun di Indonesia masih tetap rendah di level 90,8 basis poin, sedikit meningkat dari awal Agustus yang sebesar 87,2 basis poin akibat faktor teknikal pada ekonomi global.
“Secara keseluruhan CDS tersebut relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara peer,” kata Perry.
Perry mengungkapkan bahwa perkembangan tersebut menunjukkan confident pada ekonomi Indonesia tetap baik serta nilai tukar bergerak relatif stabil meskipun sempat tertekan akibat faktor teknikal.
“Kami pastikan BI selalu ada di pasar untuk stabilkan nilai tukar saat ada faktor teknikal jangka pendek,” tegas Perry.
Dia memastikan BI melakukan intervensi tidak hanya pada pasar spot, namun juga melalui Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) serta membeli SBN dari pasar sekunder dengan tetap menjaga likuiditas di pasar.
Perry mengatakan secara keseluruhan pasar valas bergerak stabil dan mekanisme pasar bergerak bagus.
“Eksportir bergairah jual devisanya dan importir tidak berburu dolar serta perbankan layani eksportir dan importir dengan baik,” pungkas Perry.