Hayati Nupus
22 Mei 2019•Update: 22 Mei 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan para pengusaha secara umum tak memiliki kekhawatiran yang berlebihan meski terjadi demontrasi yang berujung rusuh pada Rabu dini hari.
Meskipun begitu, sejumlah perusahaan kawasan Thamrin dan sekitar kantor Bawaslu tampak meliburkan karyawannya. Perusahaan yang berkantor di jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, tak jauh dari Tanah Abang dan Harmoni, juga terlihat meliburkan para karyawannya.
Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani mengakui adanya konsentrasi massa di sekitar Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) membuat akses transportasi ke kantor terbatas dan karyawan tak dapat bekerja dengan baik.
"Situasi memang tidak kondusif untuk bekerja," ujar Haryadi, kepada Anadolu Agency pada Rabu.
Meski begitu, Hariyadi menegaskan bahwa tak ada instruksi langsung dari Apindo untuk meliburkan karyawan selama demontrasi menentang hasil pemilu.
Kebijakan untuk meliburkan karyawan, lanjut Hariyadi, menjadi otoritas masing-masing perusahaan.
Sejak Selasa siang, massa Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat memenuhi jalanan depan kantor Bawaslu, yakni jalan MH Thamrin, untuk berunjuk rasa meminta Bawaslu mendiskualifikasi kemenangan pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
Semula aksi demonstrasi berjalan damai dan massa membubarkan diri sekitar pukul 10 malam.
Namun pada pukul 11 malam, massa yang diduga berasal dari kelompok berbeda tiba-tiba datang, memprovokasi dan merusak kawat berduri.
Bentrokan juga terjadi di sejumlah titik lain seperti di Jalan Wahid Hasyim dan Asrama Brimob Petamburan, Jakarta Barat serta Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Massa melempari polisi dengan batu dan bom molotov, kemudian menyerang Asrama Brimob Petamburan, serta membakar sejumlah mobil.
Rabu ini, massa demonstrasi kembali memadati jalanan di depan Gedung Bawaslu.