Ovunc Kutlu
04 April 2018•Update: 05 April 2018
Ovunc Kutlu
NEW YORK
Pemerintahan Trump pada Selasa mengumumkan rencana untuk menerapkan tarif senilai USD50 miliar terhadap 1.300 barang-barang dari Tiongkok bila Beijing tidak melakukan kelonggaran perdagangan.
Tarif sebesar 25 persen itu akan diterapkan pada produk-produk elektronik, mesin, dan kerdirgantaraan sebagai penalti terhadap Tiongkok yang dituduh AS mencuri hak kekayaan intelektual karena memaksa perusahaan-perusahaan AS melakukan transfer teknologi ketika membuka kantor lokal di Tiongkok.
"Kantor Perdagangan AS mengatakan langkah, kebijakan, dan praktik yang dilakukan pemerintah Tiongkok terkait transfer teknologi, hak kekayaan intelektual dan inovasi tidak masuk akal atau mendiskriminasi serta membatasi aktivitas perdagangan AS," jelas sebuah pernyataan yang diterbitkan Kantor Perdagangan AS.
Di antara 1.300 barang-barang itu termasuk produk-produk besi stainless, paduan aluminium, turbin gas dan hidraulik, baling-baling pesawat, pencuci piring, dan mesin-mesin industri tekstil.
"Nilai daftar itu sekitar USD50 miliar bila dihitung dari estimasi nilai perdagangan total untuk 2019. Jumlah itu dinilai pantas bila mempertimbangkan kerusakan pada ekonomi AS dan menekan efek kebijakan Tiongkok yang merugikan," lanjut mereka.
Kantor Perdagangan AS mengatakan akan menggelar audiensi publik pada 15 Mei dan menerima masukkan hingga 22 Mei.
Pakar perdagangan mengatakan sebagian besar perusahaan-perusahaan AS akan menentang proposal itu, karena tarif tersebut akan merugikan bisnis dan konsumen Amerika yang menikmati produk-produk murah Tiongkok.
Proposal itu juga bisa meningkatkan ketegangan antara dua ekonomi terbesar di dunia dan merusak rantai pasokan antara mereka.
Sebelumnya, pada awal pekan ini Tiongkok mengumumkan penerapan tarif terhadap produk-produk AS senilai USD3 miliar.