Erric Permana
04 April 2018•Update: 05 April 2018
Erric Permana
JAKARTA
Presiden Joko Widodo mengingatkan kembali kepada negara-negara Uni Eropa (UE) mengenai perdagangan bilateral yang dapat saling menguntungkan antara Indonesia dengan UE.
Presiden menyampaikan hal tersebut kepada Duta Besar sejumlah negara-negara Uni Eropa yang baru di Indonesia usai memberikan surat kepercayaan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu.
Di antara 11 Duta Besar negara asing yang memberikan surat keperceyaan tiga di antaranya berasal dari Uni Eropa yakni Georgia, Latvia dan Polandia.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Presiden Jokowi – sapaan Joko Widodo – juga sempat berbicara kepada duta besar-duta besar tersebut satu per satu.
Dalam pembicaraan itu, kata Menteri Retno, Presiden mengingatkan soal Indonesia-UE CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement).
“Saat ini kita sedang menegosiasikan Indonesia-UE CEPA,” ujar Menteri Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Dalam pertemuan itu, Presiden juga sempat menyinggung mengenai permasalahan larangaan masuknya Kelapa Sawit di Indonesia.
Sebelumnya, Parlemen Uni Eropa sepakat menghapuskan (phase out) penggunaan produk kelapa sawit.
Keputusan ini diambil setelah pemungutan suara parlemen UE untuk “the draft of Directive on the Promotion of the use of energy from renewable sources” dalam sesi pleno, 17 Januari lalu di Prancis.
Draf tersebut menyebut bahwa parlemen sepakat untuk menghapus penggunaan produk kelapa sawit pada 2021 dan bahan bakar alami (biofuel) dengan bahan dasar tanaman – termasuk kelapa sawit – bagi semua negara anggotanya.
Parlemen juga sepakat menekan hingga maksimal 7 persen penggunaan sawit untuk sumber energi terbarukan transportasi sampai 2030.
Keputusan ini memang tak langsung berlaku efektif. Keputusan final nanti masih harus melibatkan negosiasi tripartit antara Parlemen Eropa, Komisi, dan Dewan Menteri Eropa.