Muhammad Nazarudin Latief
28 Desember 2017•Update: 29 Desember 2017
Muhamamad Nazaruddin
JAKARTA
Harga Crude Palm Oil (CPO) asal Indonesia ditetapkan sebesar USD697,34 per metrik ton pada periode Januari 2018.
Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, harga referensi ini melemah USD45,6 atau 6,14 persen dari periode Desember 2017 sebesar USD742,94 per metrik ton.
Karena itu, pemerintah kembali menetapkan bea keluar sebesar USD 0 untuk produk ini, sama dengan Desember 2017.
“Aturan ini adalah dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 98 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor [HPE],” ujar dia melalui siaran pers.
Ekspor CPO Indonesia hingga pertengahan 2017 tercatat tumbuh positif.
Data dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), volume ekspor CPO -- termasuk oleochemical dan biodiesel -- tercatat mencapai 16,6 juta ton atau naik 25 persen secara tahunan (YoY), lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 12,5 juta ton.
Produksi minyak sawit Indonesia pada semester pertama 2017 telah mencapai 18,15 juta ton. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 18,6 persen YoY dibandingkan dengan produksi tahun lalu sebesar 15,30 juta ton.
Sawit merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia. Tahun ini, Gapki menargetkan produksi CPO mencapai 36,5 juta ton, naik 4 ton dari produksi CPO tahun lalu. Sedangkan target ekspor CPO dipatok pada angka sekitar 30 juta ton.
Sementara itu, harga referensi biji kakao pada Januari 2018 juga mengalami penurunan sebesar USD146,44 atau 6,87 persen.
Karena itu, HPE produk ini ditetapkan sebesar USD1.710 per metrik ton, turun USD143 atau 7,72 persen YoY. Bea keluar produk ini juga diturunkan dari 5 persen pada Desember 2017 menjadi 0 persen untuk Januari 2018.
“Ini karena melemahnya harga komoditas kakao di pasaran internasional,” ujar dia.