Muhammad Nazarudin Latief
08 November 2017•Update: 09 November 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Obat-obatan dan alat medis asal Indonesia merambah pasar Nigeria dan negara-negara Afrika Barat, kata Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Lagos Nino Setiawan, Selasa.
“Indonesia berpastisipasi dalam Medic West Africa & Medlab West Africa Exhibition (MWA), pameran alat-alat dan produk kesehatan terbesar di Afrika Barat,” ujarnya dalam siaran pers.
Ada empat perusahaan Indonesia yang ikut dalam kegiatan ini. PT PIM Pharmaceutical yang memamerkan seluruh line produksi obat etikal, yang berupa sirup, tablet, kaplet, dan bubuk.
Juga produk herbal berbentuk bubuk dan minuman kaleng kurkuma (senyawa/zat aktif yang terdapat pada kunyit), serta permen energi yang baru diluncurkan di Jerman.
PT Kimia Farma mempromosikan produk obat-obatan etikal, seperti bedak salicyl, pembersih dan pemutih wajah, minyak kayu putih, sabun cair, aromatherapy, dan obat pereda sakit maag.
PT Dexa Medica menampilkan produk obat pereda sakit kepala dan sirop penambah imunitas anak. Perusahaan ini sudah berhasil memasarkan obat sakit kepala ke Nigeria sebesar USD3,6 juta per tahun.
PT Tempo Scan Pasific Indonesia mempromosikan obat pereda sakit kepala. Sebelumnya perusahaan ini berhasil memasarkan produk sejenis ke Nigeria sebesar USD2,4 juta per tahun.
Kedua perusahaan ini telah memiliki basis operasi di Nigeria.
Transaksi Potensial Total transaksi potensial yang berhasil diperoleh Indonesia dalam pameran ini mencapai USD1,05 juta.
Beberapa produk hasil produksi PT PIM Pharmateutical seperti parasetamol, obat dalam bentuk sirop, dan kurkuma dibeli oleh buyer Liberia senilai USD350 ribu; obat dalam bentuk bubuk berupa puyer sakit kepala dibeli senilai USD250 ribu, serta permen penambah energi yang laku senilai USD150 ribu.