Yunus Girgin,Aysu Biçer
17 April 2021•Update: 19 April 2021
ANKARA
Gubernur Bank Sentral Turki Sahap Kavcioglu pada Jumat mengatakan bahwa bank yang dia pimpin itu membagikan informasi dan data secara transparan dengan standar internasional.
"Mengenai masalah berbagi data, saya ingin menggarisbawahi sekali lagi bahwa Bank Sentral Republik Turki membagikan informasi dan data dengan sangat transparan kepada publik dalam tanggung jawabnya yang berstandar internasional," ungkap Kavcioglu kepada Anadolu Agency.
Menanggapi perdebatan tentang defisit USD128 miliar dalam cadangan devisa Bank Sentral, dalam wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency, Kavcioglu mengatakan bahwa bank tidak dapat melakukan transaksi valuta asing yang istimewa dengan segmen, bank atau perusahaan mana pun.
“Kalau dilihat dari neraca aset-liabilitas, tidak mungkin membicarakan aset yang hilang,” ujar dia.
Mengutip protokol yang ditandatangani dengan Departemen Keuangan Turki pada 2017 untuk mengoordinasikan transaksi valuta asing, Kavcioglu mengatakan protokol ini berkontribusi pada pencegahan harga yang tidak sehat, keseimbangan permintaan-penawaran di pasar valuta asing dan pembentukan likuiditas.
“Transaksi valuta asing tersebut dilakukan melalui platform perdagangan berdasarkan kondisi pasar dan harga saat ini,” jelas dia.
Transaksi pada platform ini tidak dapat dilakukan dengan memilih satu pihak tertentu dengan harga non-pasar dan independen dari dinamika pasar, imbuh Kavcioglu.
Kepala Direktorat Komunikasi Turki Fahrettin Altun juga mempertimbangkan masalah ini melalui Twitter, dengan mengatakan "tidak ada satu sen pun yang hilang" dan semua transaksi dan angka dari bank tersebut transparan.