İqbal Musyaffa
17 Juli 2018•Update: 17 Juli 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia menyebut sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia menyimpan potensi besar untuk bisa mengalahkan Alibaba dari Tiongkok bila tergabung ke dalam satu wadah secara online.
Direktur Departemen Pengembangan UMKM Bank Indonesia Yunita Resmi Sari dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, mengatakan jumlah UMKM di Indonesia saat ini mencapai delapan juta dan akan menjadi besar bisa dapat masuk ke sistem perdagangan elektronik (e-commerce) atau go online.
"Kita juga tergabung dalam inisiatif pemerintah untuk program UMKM go online, kalau itu sudah terlaksana, bisa menjadi insentif untuk UMKM,” tambah Yunita
Menurut Yunita, BI sudah memberikan beberapa insentif untuk mendukung kegiatan UMKM seperti memperluas e-commerce khusus UMKM dengan membantu memproteksi hak cipta, sistem pembayaran, serta akses keuangannya.
Yunita menambahkan, beberapa jenis UMKM yang menjadi andalan BI untuk dapat dipasarkan di luar negeri adalah industri kreatif yang terdiri dari fesyen dan kriya, serta komoditas seperti kopi.
BI juga membantu UMKM berkolaborasi dengan kurator internasional untuk memperluas akses pasar agar produk-produk UMKM bisa terserap secara global.
“Salah satu kendala UMKM kita adalah keterbatasan informasi sehingga pengetahuan terkait pasar internasionalnya masih kurang,” jelas Yunita.
Setelah produk UMKM dapat terserap secara global, Yunita mengatakan BI juga akan membantu UMKM melalui pembinaan agar dapat tetap berproduksi secara konsisten dan berkelanjutan dari sisi jumlah dan kualitas.
“Ketika sudah ekspansi pasar dan stabil berproduksi, tentu butuh tambahan modal. Tapi kalau sudah ada pasar dan permintaan, permodalan tidak lagi jadi kendala. Karena perbankan menganggap UMKM tersebut sebagai calon debitur potensial,” imbuh dia.