Adelline Tri Putri Marcelline
01 Juli 2021•Update: 01 Juli 2021
JAKARTA
Badan Pusat Statistik melaporkan selama bulan Juni 2021 indeks harga konsumen mengalami penurunan atau deflasi sebesar 0,16 persen secara bulanan.
Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan sehingga secara tahunan inflasi tercatat 1,36 persen.
Realisasi tersebut, kata Margo, jauh lebih rendah dibandingkan dengan Mei yang mengalami inflasi 0,32 persen maupun Juni 2020 yang mencatat inflasi 0,18 persen.
“Jadi Juni ini deflasi 0,16 persen ini merupakan deflasi pertama sepanjang 2021,” kata dia dalam konferensi pers virtual, Kamis.
Dia mengatakan, deflasi tersebut disebabkan oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami deflasi 0,71 persen.
Hal ini, lanjut dia, dipengaruhi oleh penurunan harga pangan, seperti cabai merah, daging ayam ras, cabai rawit, dan bawang merah.
Dia menambahkan, kelompok transportasi juga menjadi penyebab utama deflasi yakni tercatat mengalami deflasi 0,35 persen.
“Transportasi ini karena penurunan tarif angkutan udara, tarif antar kota, dan tarif kereta api karena sebelumnya ada momentum Idul Fitri, di mana Juni ini pada posisi normal lagi," kata Margo.
Sementara itu, dia menjelaskan pada Juni 2021 terdapat 56 kota yang mengalami deflasi, dan 34 kota inflasi.
Kata dia, Kupang, Nusa Tenggara Timur jadi kota yang mengalami deflasi tertinggi dengan besaran 0,89 persen.
“Inflasi tertinggi terjadi di Singkawang, Kalimantan Barat 1,36 persen secara bulanan,” tutur Margo.