Iqbal Musyaffa
06 November 2017•Update: 06 November 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Indeks tendensi bisnis yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) melansir optimisme pelaku bisnis pada triwulan III tahun ini meningkat dari indeks 111,63 pada triwulan sebelumnya menjadi 112,39.
“Indeks di atas 100 menunjukkan tingkat kepercayaan pelaku bisnis cukup baik,” ujar Kepala BPS Suhariyanto, Senin.
Menurut dia, optimisme dirasakan pada hampir seluruh kategori lapangan usaha dengan indeks tertinggi dicatatkan oleh jasa keuangan dan asuransi dengan angka indeks 134,25. Sementara sektor real estate mencatatkan indeks terendah dengan angka indeks 98,00.
Suhariyanto menjelaskan, variabel pembentuk indeks tendensi bisnis antara lain soal pendapatan usaha, penggunaan kapasitas usaha, dan rata-rata jumlah jam kerja.
Para pelaku pasar juga masih optimis terkait kondisi bisnis di Indonesia pada triwulan IV tahun ini, meskipun dengan angka indeks yang lebih rendah yaitu 109,7.
Dengan begitu, menurut Suhariyanto, kondisi bisnis pada triwulan IV nanti diperkirakan meningkat dari triwulan III tahun ini, meski tingkat optimisme pelaku bisnis dalam melihat potensi bisnis “diperkirakan lebih rendah jika dibandingkan triwulan III 2017”.
Pada triwulan IV nanti, kondisi bisnis seluruh kategori lapangan usaha diperkirakan meningkat dengan kategori lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib menjadi yang tertinggi dengan angka 129,59.
Kondisi bisnis yang mengalami peningkatan terendah diperkirakan terjadi pada kategori lapangan usaha pertambangan dan penggalian dengan nilai indeks 103,84.
Perkiraan meningkatnya kondisi bisnis pada triwulan IV tahun ini menurut Suhariyanto tercermin dari peningkatan order dalam negeri, harga jual produk, dan order barang input.
“Untuk order dari luar negeri diperkirakan relatif sama dengan nilai indeks di triwulan III,” jelas dia.