Iqbal Musyaffa
01 September 2020•Update: 01 September 2020
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) mulai melakukan pendataan lapangan untuk sensus penduduk pada September ini setelah berhasil mengumpulkan 51,36 juta penduduk dalam Sensus Penduduk Online 15 Februari-29 Mei lalu.
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan jumlah 51,36 juta penduduk yang berhasil dijaring secara online sangat besar, bahkan hampir dua kali lipat penduduk Australia.
“Ini bukti bahwa sensus penduduk telah menjadi milik dan bagian kehidupan masyarakat kita,” ujar Suhariyanto dalam keterangan resmi, Selasa.
Meski begitu, dia mengatakan pekerjaan dalam sensus penduduk belum selesai, karena masih ada sekitar 81 persen penduduk Indonesia yang harus dicatat keberadaannya.
Suhariyanto mengatakan akan dilakukan penyesuaian terkait pelaksanaan pendataan, salah satunya dengan membuat pembagian wilayah menjadi tiga zona pendataan.
Penyesuaian juga dilakukan mengingat pendataan ini dilakukan pada masa pandemi Covid-19.
“Pelatihan yang biasanya dilakukan tatap muka, diganti lewat pembelajaran mandiri di TVRI dan RRI,” kata dia.
Dia menambahkan protokol kesehatan juga ketat dijaga dan petugas sensus harus ikut rapid test terlebih dahulu, serta menggunakan masker, face shield, sarung tangah, dan tetap menjaga physical distancing ketika di lapangan.