Umar Idris
06 November 2020•Update: 09 November 2020
Ebru Sengul Cevrioglu
JAKARTA
Harga minyak mentah pada Jumat turun menyusul langkah-langkah pembatasan sosial di Uni Eropa untuk mengendalikan virus korona baru. Kebijakan ini meningkatkan kekhawatiran akan terjadi penurunan permintaan energi.
Harga patokan internasional minyak mentah Brent diperdagangkan pada level USD40,02 per barel atau turun 2,22% setelah penutupan Rabu yang sebesar USD40,93 per barel.
Sedangkan harga acuan di Amerika, jenis West Texas Intermediate berada di USD37,86 per barel pada saat yang sama, turun 2,39% dari harga sebelumnya USD 38,79 per barel.
Harga minyak menunjukkan tren penurunan pada hari Jumat ketika negara-negara Eropa memberlakukan langkah-langkah karantian atau penguncian yang ketat (lockdown) untuk mengendalikan gelombang kedua Covid-19.
Beberapa negara Eropa termasuk Italia, Prancis, Yunani, dan Spanyol telah mengalami jumlah infeksi yang melonjak mencapai rekor tertinggi dalam dua hari terakhir.
Prancis dan Inggris mengumumkan status karantina nasional bersama negara-negara Eropa lainnya, termasuk Austria, Jerman, Italia, dan Spanyol. Pembatasan ketat diberlakukan di negara-negara itu untuk membatasi penyebaran wabah.
Ketidakpastian seputar hasil pemilihan presiden AS terus berdampak negatif pada harga minyak, karena belum ada pemenang yang ditetapkan, meskipun calon dari Partai Demokrat Joe Biden mempertahankan keunggulan yang cukup besar atas petahana Donald Trump, setelah dua hari usai Pemilu AS.
Guna mendukung harga yang stabil, pasar minyak global mengharapkan perpanjangan perjanjian pemotongan produksi minyak OPEC + pada pertemuan mereka berikutnya antara 30 November dan 1 Desember ketika mereka akan menyetujui kebijakan untuk tahun 2021 dan seterusnya.
Grup OPEC +, yang saat ini mengurangi produksi sebesar 7,7 juta barel per hari, diproyeksikan akan mempertahankan tingkat penurunan produksi saat ini pada tahun depan.