Muhammad Nazarudin Latief
27 Februari 2018•Update: 27 Februari 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Menteri Perdagangan Engggartiasto Lukita pada Selasa memastikan Badan Urusan Logistik (Bulog) tetap akan menyerap beras hasil panen petani.
Menurut Menteri Enggar, pembelian akan tetap dilakukan meski harga gabah sudah tinggi dan beras impor sudah hampir seluruhnya masuk.
Menurut Menteri Enggar, pemerintah telah memberikan fleksibilitas pada Bulog untuk membeli gabah petani 20 persen di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
"Bulog pasti serap. Kalau ada gabah, Bulog pasti ambil. Petani tidak akan ditinggal dan dirugikan," ujar Menteri Enggar saat mengunjungi gudang Bulog Jakarta-Banten, di Jakarta.
HPP untuk gabah kering panen di tingkat petani Rp3.700 per kilogram (kg) sedangkan di tingkat penggilingan Rp3.740.
Sementara untuk gabah kering giling Rp4.600 di tingkat petani dan Rp4.650 di gudang Bulog.
Menurut Menteri Enggar, beras impor akan digunakan sebagai beras cadangan pemerintah. Penggunaannya sesuai kebutuhan untuk stabilisasi pasar maupun bantuan pangan.
"Kapan akan dikeluarkan nanti pemerintah akan lihat perkembangannya. Nanti kita akan gelontorkan, “ujar dia.
Menurut Menteri Enggar, pemerintah akan segera melakukan operasi pasar dengan lebih masif jika ada gejolak harga beras. Karena saat ini stok sudah tersedia lebih banyak.
"Pedagang beras di pasar tradisional akan ditingkatkan lagi untuk diisi dengan harga tidak boleh lebih dari Harga Eceran Tertinggi [HET],"ujar Menteri Enggar.
Direktur Utama Bulog Djarot Kusumajakti mengatakan saat ini stok tercatat 281 ribu ton beras. Sebagian beras impor masih dalam proses merapat di pelabuhan.
Pemerintah, menurut dia, mempunyai kebijakan untuk mengamankan gabah petani agar harganya tidak jatuh.