İqbal Musyaffa
09 Januari 2018•Update: 09 Januari 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Hingga akhir tahun 2017, defisit anggaran pemerintah dalam APBN hanya sebesar 2,42 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Angka ini lebih kecil dari target dalam APBNP 2017 yaitu 2,92 persen.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan realisasi defisit bahkan lebih rendah dari prognosis sebelumnya di angka 2,67 persen.
Nominal realisasi defisit anggaran pemerintah menurut Sri sebesar Rp326,1 triliun, lebih rendah dari target defisit Rp397,2 triliun.
"Defisit ini menggambarkan performance dari APBN kita yang makin sehat dan kredibel," tegas Sri, Senin malam.
Realisasi tersebut bahkan lebih rendah dari laporan yang terakhir kali disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.
Dalam laporan tersebut, angka defisit masih berada di level 2,57 persen dengan nominal Rp345,8 triliun.
Pergerakan angka defisit yang mengecil menurut dia karena terdapat tambahan penerimaan negara sebesar Rp4,2 triliun dan menambah total penerimaan dari Rp1.655,8 triliun atau 95,4 persen dari target yang ditetapkan dalam APBNP 2017 sebesar Rp1.736,1 triliun menjadi Rp1.659,9 triliun atau 95,6 persen dari target tersebut.
Hingga 31 Desember Mantan Direktur Bank Dunia tersebut menyebut belanja negara mencapai Rp1.986 triliun atau 93,1 persen dari pagu Rp2.133,3 triliun.
“Ada beberapa belanja yang masih bergerak,” ungkap dia.