Iqbal Musyaffa
28 Juli 2020•Update: 29 Juli 2020
JAKARTA
Pemerintah mengatakan pada tahun 2021 mendatang akan fokus pada penciptaan lapangan kerja menyusul meningkatnya jumlah pengangguran di Indonesia akibat PHK dengan alasan Covid-19.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan tingkat pengangguran pada tahun ini naik hingga 50 persen.
“Pengangguran naik cukup lumayan 3,7 juta orang dalam hitungan kami pada tahun ini, relatif besar dari jumlah pengangguran sekarang sebesar 7 jutaan orang,” jelas Menteri Suharso sesudah rapat terbatas di Istana Negara, Selasa.
Dia mengatakan pemerintah akan memanfaatkan defisit anggaran pada tahun depan yang ditargetkan melebar dari 4,17 persen menjadi 5,2 persen untuk bisa memberikan implikasi positif pada pemulihan ekonomi sehingga bisa mencegah bertambahnya jumlah penduduk miskin dan pengangguran.
“Kita ingin memberikan peluang yang luas pada peningkatan kesempatan kerja,” imbuh dia.
Untuk itu, Menteri Suharso menambahkan pemerintah akan mendesain pemulihan ekonomi pada sektor prioritas untuk menekan angka pengangguran, antara lain sektor industri, pariwisata, reformasi sektor kesehatan, dan pangan yang berimplikasi kuat pada penciptaan lapangan pekerjaan.