Muhammad Nazarudin Latief
11 Juli 2019•Update: 12 Juli 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Indonesia segera mempunyai pembangkit listrik tenaga panas bumi skala kecil ditandai groundbreaking PLTP Dieng Small Scale (1x10MW), di Jawa Tengah.
Kasubdit Investasi dan Kerja Sama Panas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Sahat Simangunsong mengatakan ini adalah pembangkit skala kecil pertama Indonesia dengan pasokan produksi listriknya sebesar 130 MW.
“Pembangkit yang dioperasikan oleh PT Geo Dipa Energi ditargetkan beroperasi secara komersial di akhir 2020,” ujar Sahat dalam siaran persnya, Kamis.
“Ini juga merupakan rangkaian upaya untuk mengembangkan kontrak area Dieng hingga 400 MW.
"Geo Dipa telah berkontribusi sebesar 6 persen dari jumlah kapasitas terpasang atau sebesar 115 MW yang berasal dari PLTP Dieng sebesar 60 MW dan PLTP Patuha sebesar 55 MW."
Menurut Sahat, hingga kini total kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Panas Bumi adalah sebesar 1.948,5 MW atau baru sekitar 7 persen dari potensi yang ada.
Untuk memenuhi target 7.200 MW maka dalam enam tahun ke depan harus bisa memenuhi kekurangan kapasitas lebih dari 5.000 atau sebesar 875,25 MW/tahun, ujar Sahat.
Direktur Utama PT Geo Dipa Energi Riki Firmandha Ibrahim mengatakan dana sebesar USD21 juta untuk membiayai proyek ini berasal dari pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur.
Menurut dia pasokan dari PLTP skala kecil 10 MW akan menambah daya listrik di Jawa dan Bali.
Proyek ini diharapkan akan mendorong minat swasta untuk membangun industri di daerah sekitar lapangan panas bumi.