Muhammad Latief
JAKARTA
Indonesia meminta perusahaan-perusahaan Jepang terus menanamkan investasinya pada berbagai bidang usaha, sebab pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik Indonesia cukup stabil dan menjadi jaminan investasi aman dan berkembang.
Demikian diungkapkan oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, saat bertemu dengan pimpinan bisnis dan politik Negeri Matahari Terbit tersebut. Menurut Menteri, hubungan bisnis kedua negara seharusnya semakin meningkat seiring lamanya waktu hubungan diplomatik keduanya yang akan memasuki usia 60 tahun.
Saat bertemu dengan President dan CEO of Mitsubishi Corporation, Takehika Kakiuchi, Menteri Enggar meminta agar perusahaan ini tidak hanya sekedar menjadikan Indonesia sebagai basis produksi sektor otomotif, tapi juga suku cadang dan agriculture.
“Dari Indonesia nanti dieskpor ke negara lain,” ujar Menteri Enggar dalam siaran persnya.
Dia juga meminta UNIQLO, salah satu anak usaha Mitsubishi dalam bidang e-commerce, terus melebarkan sayapnya. Terutama agar menggandeng Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia sehingga produk-produknya bisa bersaing dan dieskpor.
Indonesia merupakan negara ke-2 tujuan investasi Mitsubishi setelah Australia.
Pada pertemuan dengan Federasi Bisnis Jepang 'Keidanren', Menteri Enggar meminta dukungan agar Jepang memperluas akses pasar bagi produk-produk Indonesia, khususnya sektor kehutanan, perikanan, pertanian dan industri.
Dia mengajak federasi ini memperluas investasi khususnya sektor infrastruktur, pangan, industri berat, energi, perikanan dan kelautan, kelapa sawit dan turunannya.
Sektor strategis lain juga terbuka untuk investasi, termasuk pembangunan smelter.
Kedua negara sedang menyelesaikan general review Indonesia-Jepang Economic Partnership Agreement (IJ-EPA). Ini adalah review terhadap perjanjian perdagangan yang efektif mulai Juli 2008.
Dengan perjanjian ini, nilai ekspor Indonesia mencapai USD 16,1 miliar dan impor sebesar USD 12,9 miliar.
Adapun komoditas ekspor utama Indonesia ke Jepang adalah batubara, biji besi, metal, nikel, dan bahan baku industri.
Sementara impor utama Jepang dari Indonesia adalah produk otomotif, produk besi dan baja, komponen otomotif, dan permesinan.
news_share_descriptionsubscription_contact

