Muhammad Nazarudin Latief
22 Mei 2018•Update: 23 Mei 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah terus berupaya agar perusahaan percetakan di Arab Saudi - terutama percetakan Al Quran - semakin banyak menggunakan kertas dari industri Indonesia.
Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah Gunawan mengatakan, pihaknya pekan lalu menggelar pertemuan dengan Al Madinah Printing and Publication Co, salah satu anak perusahaan Saudi Printing & Packaging Company di Kota Madinah, Arab Saudi.
Perusahaan tersebut dikenal sebagai percetakan dan pengemasan terbesar milik Kerajaan Arab Saudi. Sedangkan Al Madinah Printing and Publication merupakan perusahaan percetakan kitab suci Al Quran, surat kabar, majalah, buku pelajaran, serta percetakan untuk kebutuhan komersial.
“Kami ingin melihat pasar dan permintaan produk kertas Indonesia di Arab Saudi. Selain itu, pertemuan ini merupakan bagian dari road show Trade Expo Indonesia ke-33,” ungkap Gunawan dalam siaran persnya, Selasa.
Perusahaan ini membutuhkan bahan baku percetakan antara lain kertas sebanyak 30.000–36.000 ton; kemudian tinta sebanyak 600 ton dan pelat sebanyak 200.000 m². Kebutuhan ini diimpor dari berbagai negara, mulai Amerika Serikat, Finlandia, China, dan Indonesia.
Dari Indonesia, perusahaan ini mendatangkan sebanyak 3.000-4.000 ton setiap bulannya dengan nilai USD3,6 juta-USD 5 juta.
“Indonesia berharap bisa memenuhi kebutuhan kertas, tinta, pelat, peralatan penunjang mesin dan percetakan di Arab Saudi,” terang Gunawan.
Arab Saudi merupakan salah satu negara tujuan ekspor ke-12 untuk produk kertas Indonesia. Negara tujuan ekspor utama produk kertas Indonesia yaitu Jepang, Amerika Serikat, Malaysia, Vietnam, India, dan China.
Berdasarkan data statistik perdagangan, nilai ekspor produk kertas Indonesia ke Arab Saudi dari 2013-2017 mengalami tren positif. Pada 2013 nilai ekspor produk ini ke Arab Saudi sebesar USD120,89 juta.
Nilai ini meningkat pada 2014 dan 2015 menjadi USD133,21 juta dan USD153,76 juta. Namun pada 2016 menurun sebesar USD 92,65 juta. Selanjutnya, pada tahun 2017 meningkat kembali menjadi sebesar USD 108,94 juta.
Sementara itu, kinerja ekspor produk kertas pada Januari–Februari 2018 sebesar USD 21,45 juta. Nilai ini meningkat sebesar 58,95% dibanding periode yang sama tahun 2017 yaitu sebesar USD 13,42 juta.