Iqbal Musyaffa
04 Mei 2020•Update: 04 Mei 2020
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi pada April yang juga bertepatan dengan awal Ramadan sangat rendah bila dibandingkan pada tahun sebelumnya.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan inflasi pada April hanya 0,08 persen (month to month) dan 2,67 persen (year on year). Angka inflasi ini lebih rendah dari inflasi pada Maret yang sebesar 0,1 persen (month to month) dan 2,96 persen (year on year).
“Inflasi pada bulan yang bertepatan dengan Ramadan dan Idul Fitri biasanya meningkat. Situasi pada tahun ini tidak biasa karena adanya pandemi Covid-19, jadi pola inflasinya berbeda,” ujar dia dalam konferensi pers virtual, Senin.
Dia menyontohkan inflasi pada bulan Ramadan tahun lalu yang bertepatan dengan bulan Mei sebesar 0,68 persen (month to month) naik dari bulan April sebelum Ramadan yang sebesar 0,44 persen (month to month).
Dia mengatakan inflasi yang rendah ini kemungkinan karena adanya turunnya permintaan barang dan jasa dari masyarakat karena penyebaran Covid-19. Selain itu, pemerintah juga sudah antisipasi ketersediaan pasokan pangan sejak awal sehingga harga stabil.
“Penurunan inflasi inti menunjukkan pelemahan daya beli rumah tangga,” ujar Suhariyanto.